Cepat Menanggapi Alarm Tubuh, Sinyal Prediabetes

Angka 140 merupakan alarm alami yang dipancarkan tubuh ketika sel beta pancreas mulai kewalahan menjalankan tugasnya. Agar tidak sampai mengalami prediabetes, tiap orang harus menjaga kadar gula darah pascapuasa tetap di bawah 140 mg/dl. Sedangkan glukosa puasanya mesti kurang dari 100 mg/dl.
Selain itu, setiap individu juga perlu memperhatikan profil lemaknya. Upayakan agar kadar kolesterol “baik” HDL lebih dari 45 mg/dl, sedangkan kolesterol “jahat” LDL kurang dari 100 mg/dl. Kadar trigliserida usahakan tak mencapai 130 mg/dl.
Kondisi ideal itu bisa dicapai dengan pengaturan pola makan. Pilih panganan yang rendah lemak, miskin lemak jenuh, dan minim asam lemak trans. Kurangi garam dan perkaya kandungan serat dalam menu sehari-hari.
Lantas, jangan lupa melakukan aktivitas fisik. Anda pun perlu mengendalikan berat badan hingga mencapai indeks massa tubuh sekitar 18 sampai 23. Lakukan pula aktivitas fisik sedang dan teratur selama 30 sampai 60 menit per hari, empat hari dalam seminggu.

Tes Gula Darah Mumpung Masih Usia Produktif


Cek gula darah perlu dilakukan oleh mereka yang memiliki factor resiko diabetes. Pemeriksaan harus rutin. Cek setiap tahun atau paling tidak dua tahun sekali untuk skrining.

Selain orang dengan riwayat keluarga diabetes mellitus, kita juga perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya diabetes. Terlebih, belakangan diabetes tidak saja menghantui mereka yang memiliki bakat genetic terkait penyakit ini. Mereka yang menjalankan gaya hidup kurang gerak, obesitas, pola makan buruk, dan rawan stress juga harus mewaspadai diabetes.

Skrining prediabetes juga baik dilakukan oleh orang yang sudah berusia lebih dari 45 tahun yang memiliki berat badan lebih. Tesnya mencakup Gula Darah Puasa (GDP) dan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Prediabetes mewakili kondisi glukosa puasa terganggu atau toleransi glukosanya terganggu.


Pemeriksaan Kadar Gula Darah

Diagnosis diabetes ditegakkan berdasarkan gejalanya yaitu 3P (Polidipsi, Polifagi, Poliuri) dan hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan kadar gula darah yang tinggi (tidak normal). Untuk mengukur kadar gula darah, contoh darah biasanya diambil setelah penderita berpuasa selama 8 jam atau bisa juga diambil setelah makan.
Perlu perhatian khusus bagi penderita yang berusia di atas 65 tahun. Sebaiknya pemeriksaan dialkukan setelah berpuasa dan jangan setelah makan, karena usia lanjut memiliki peningkatan gula darah yang lebih tinggi.

Tes Toleransi Glukosa


Pemeriksaan darah lainnya yang bisa dilakukan adalah tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya pada wanita hamil. Tes ini untuk mendeteksi diabetes yang sering terjadi pada wanita hamil.

Pasien yang akan dites diminta berpuasa dan contoh darahnya diambil untuk mengukur kadar gula darah puasa. Lalu, pasien diminta meminum larutan khusus yang mengandung sejumlah glukosa dan 2-3 jam kemudian contoh darah diambil lagi untuk diperiksa.

Hasil pemeriksaan contoh glukosa darah dibandingkan dengan kriteria diagnostik gula darah terbaru yang dikeluarkan oleh PERKENI tahun 2006.

Sebelum berkembang menjadi diabetes tipe 2, biasanya pasien selalu menderita prediabetes, yang memiliki gejala tingkat gula darah lebih tinggi dari normal tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis diabetes. Setidaknya 20 persen dari populasi usia 40 hingga 74 tahun menderita prediabetes.

Penelitian menunjukkan beberapa kerusakan dalam jangka panjang. terutama pada jantung dan sistem peredaran darah selama prediabetes ini. Dengan mengalami prediabetes, anda akan memiliki risiko satu setengah kali lebih besar terkena penyakit jantung. Saat anda menderita diabetes, maka  risiko naik menjadi 2 hingga 4 kali.

Akan tetapi, pada beberapa orang yang mengalami prediabetes, kemungkinan untuk menjadi diabetes dapat ditunda atau dicegah dengan perubahan gaya hidup. Diabetes dan prediabetes dapat muncul pada orang-orang dengan umur dan ras yang beragam, tetapi ada kelompok tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi.

Berbagai Faktor Peningkatan Risiko Diabetes


Indonesia menempati urutan keempat di dunia setelah Amerika Serikat, India, dan China dalam angka penderita diabetes. Diperkirakan sedikitnya 14 juta orang di negeri ini menderita diabetes dan setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Ada sejumlah faktor yang dianggap bisa meningkatkan risiko diabetes, yakni :

  • Kadar glukosa darah tinggi
 Jika pemeriksaan gula darah (glukosa) menunjukkan Anda mengalami prediabetes (gula darah berkisar 111-125 mg/dL), berarti Anda berisiko tinggi terkena diabetes.
  • Adanya riwayat keluarga
Seseorang berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 1 atau tipe 2 jika orang tua atau saudara laki-laki atau perempuannya menderita penyakit ini.
  • Kelebihan berat badan
Sebagian besar penderita diabetes tipe 2 memiliki kelebihan berat badan. Semakin banyak jaringan lemak, semakin resisten otot dan sel jaringan terhadap insulin, terutama jika kelebihan lemak berada di sekitar perut.
  • Kurang beraktivitas
Semakin kurang aktif, semakin besar risiko anda terkena diabetes.
  • Usia
Risiko terkena diabetes tipe 2 bertambah seiring dengan meningkatnya usia.
  • Riwayat diabetes gestasional
Lebih dari separuh wanita yang mengalami diabetes gestasional (mengalami diabetes saat hamil) kelak akan terkena diabetes tipe 2 dalam hidupnya. Wanita yang pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4,5 kg juga berisiko lebih tinggi.
  • Sindrom ovarium polikistik
Sindrom ovarium polikistik adalah kondisi yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormon pada wanita. Sindrom ini terkait kuat dengan risiko diabetes tipe 2. Banyak wanita yang menderita sindrom ini memiliki kadar insulin darah yang tinggi dan kurang peka terhadap efek insulin dibandingkan orang lain.
  • Hipertensi atau lemak darah yang abnormal
Karena orang yang memiliki tekanan darah tinggi dan kadar lemak darah (lipid) abnormal berisiko terkena diabetes, semua pengidap kedua kondisi tersebut harus melakukan pemeriksaan diabetes.

Waspadai Diabetes Melitus Tipe 2 yang Makin Menjadi Masalah Serius

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang timbul akibat kadar gula darah yang tinggi. Kadar gula darah yang tinggi itu disebabkan ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin atau penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Gula darah dapat meningkat karena makanan, stres, sakit, dan obat-obatan tertentu.

Ovan, 37 tahun, salah seorang penderita diabetes yang harus diamputasi kaki kanannya, kira-kira diatas pergelangan kaki. Meski cukup shock dengan keadaan tersebut, namun ia masih bisa bergurau pahit, "Wah, masih muda kok kakiku malah 'dicuri' diabetes."

Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tubuh tidak memberikan respons yang tepat terhadap insulin. Risiko komplikasi diabetes yang menyebabkan amputasi kaki merupakan "hantu" yang bergentayangan di kalangan para diabetesi. Jangan-jangan diabetes juga bisa "mencuri hidup" kita. Lalu apa yang bisa kita lakukan agar dapat terhindar dari diabetes tersebut?

Diabetes Tipe 2 Mengintai Kaum Muda

Diabetes adalah penyakit yang belum ada obatnya untuk disembuhkan secara total. Jenisnya ada dua, yaitu diabetes tipe 1 yang tergantung pada insulin dan diabetes tipe 2 yang tidak tergantung pada insulin.

Diabetes tipe 1 dapat terjadi pada usia berapa pun, umumnya sebelum usia 30 tahun. Penyebabnya tidak dapt diketahui, namun faktor keturunan, serangan virus pada pankreas, serta kerusakan sel pembuat insulin dan sistem kekebalan tubuh diduga sebagai pemicu diabetes tipe 1. Karena itu, penderita diabetes tipe 1 memerlukan suntikan insulin setiap hari, selain mengatur menu makanan yang telah ditentukan kalorinya sesuai kebutuhan.

lihat juga mengenali diabetes melalui alarm sinyak tubuh

Sedangkan penanganan diabetes tipe 2 cukup dengan pengaturan makan yang sesuai dan tidak tergantung pada insulin. Biasanya dibantu obat untuk meningkatkan produksi dan aktivitas insulin, sehingga perlu dilakukan kontrol oleh dokter dan ahli gizi untuk mengatur pola makannya agar tidak salah. Hal ini dimaksudkan agar terhindar dari komplikasi yang dapat terjadi pada diabetesi seperti penyakit ginjal, jantung, dan hipertensi, yang diakibatkan oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Memang kini diabetes tipe 2 semakin menjadi masalah serius. Bahkan jumlah penderitanya juga terus bertambah. Di Jakarta misalnya, pada tahun 1980 prevalensi diabetes sebesar 2,8 persen, dan di tahun 2005 naik menjadi 12,1 persen.

Diabetes tidak dapat disembuhkan secara total, tetapi kadar gula darah dapat dikendalikan sehingga berbagai komplikasi dapat dicegah. Kunci penanganan diabetes ialah menjaga kadar gula darah. Cara menjaga kadar gula darah dan tekanan darah, antara lain dengan menjalankan diet yang tepat, olahraga teratur, dan mengkonsumsi obat jika diperlukan.

Diabetes Bisa Disebabkan Oleh Berbagai Faktor

Beberapa faktor pencetus diabetes melitus, antara lain kurang gerak, makan berlebihan, dan kekurangan produksi hormon insulin. Kekurangan produksi hormon insulin bisa terjadi akibat terdapat gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin (yang biasa disebut resistensi insulin), atau kombinasi keduanya. Kondisi resistensi insulin ini menyebabkan gangguan serta menurunnya kadar kolesterol "baik" HDL di dalam darah. Kondisi ini memudahkan terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah yang menyebabkan pengerasan pembuluh darah besar maupun kecil. Selain itu, penyebab diabetes lainnya adalah :

  1. Kadar kortikosteroid yang tinggi.
  2. Kehamilan (diabets gestasional), yang biasanya akan hilang setelah melahirkan.
  3. Obat-obatan yang dapat merusak pankreas.
  4. Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin.
Berbicara tentang racun saya mempunyai peringatan untuk para perokok pasif!
  • Menghindari asap rokok tak hanya dapat menurunkan risiko kanker paru-paru, tapi juga menurunkan risiko diabetes sampai 39 persen.
  • Zat kimia di dalam rokok menghambat produksi insulin. Bonusnya, menghindari asap rokok dapat menurunkan risiko insomnia sampai separuhnya, dengancara membersihkan nikotin, stimulan kuat dari aliran darah.

Kenali Dulu Prediabetes Sebagai Pencegahan Dini

Anda pernah mengenal istilah prediabetes? Istilah ini mewakili kondisi kadar gula darah yang sedikit di atas normal, namun belum cukup tinggi untuk dikategorikan diabetes.

Lanny, 32 tahun, didiagnosis prediabetes saat berusia 30 tahun ketika menjalani medical check-up asuransi kesehatan. Kondisi "abu-abu" itu bukanlah kabar gembira. Jika tak ada langkah serius untuk menghindarinya, prediabetes bisa berkembang menjadi diabetes.

Tak ada yang tahu seberapa cepat diabetes datang menggusur status prediabetes. Sebenarnya diabetes bisa dicegah, namun Lanny dulu tak cukup memiliki kesadaran untuk membentengi diri. Apalagi saat itu, Lanny bingung harus bertanya ke mana.

Bahkan Lanny sulit menerima kenyataan dirinya sudah berada di tahap prediabetes. Selama masa penyangkalan, Lanny masih makan menuruti selera. Ia pun tidak menggubris nasihat yang datang dari kanan-kirinya. Di rumah Lanny masih menurut, tapi di luar rumah, Lanny makan sepuasnya.

Banyak orang dengan kondisi prediabetes lainnya juga tak menganggap kadar glukosa darah yang sedikit lebih tinggi dari batas normal sebagai alarm tanda bahaya. Minimnya pemahaman tentang cara pencegahan diabetes dan kurang efektifnya komunikasi antara dokter dan pasien adalah beberapa penyebabnya. Bahkan lebih baik lagi bila berkonsultasi dengan ahli gizi, agar kita menjadi lebih pintar membatasi kalori yang masuk. Selain itu, kita bisa berkonsultasi pada para Pandu Diabetes di Diabetes EduCenter rumah sakit.

Diabetes Adalah Penyakit yang Sulit Dicegah

Secara umum, memang sulit mencegah diabetes. Kenyataannya, sekitar 50 persen orang dengan kondisi prediabetes menjadi diabetesi. Lalu, kapan seseorang dikatakan prediabetes? Diagnosis tersebut berlaku bagi orang yang kadar gula darahnya saat puasa lebih dari delapan jam berada dikisaran 100 sampai 126 mg/dL. Sedangkan dua jam setelah berbuka kadar glukosa darahnya antara 140 sampai 200 mg/dL. Dari hasil pemeriksaan tersebut,  dokter akan melacak masalah kesehatan yang dialami pasien. Umumnya pertanyaannya ada dua :
  • Apakah yang melonjak adalah kadar gula darah saat puasa atau setelah berbuka saja? Karena bisa jadi pasien hanya mengalami gangguan glukosa ketika puasa.
  • Apakah lonjakan kadar gula darah terjadi usai menyantap hidangan berbuka ? Ini pertanda yang harus dicermati juga. Kemungkinan, beban toleransi glukosa yang terganggu. Bila dibiarkan, akhirnya kondisi ini akan berkembang menadi diabetes.


Orang yang berisiko Tinggi Terkena Diabetes Harus Pintar Membatasi Kalori yang Masuk

Risiko besar lain juga menghadang prediabetes yang tak menjaga porsi makannya. Bila berkembang menjadi diabetes, maka akan berpeluang mengalami komplikasi. Imbasnya bisa dirasakan dari rambut hingga jemari kaki.
Kalau tidak ada kesungguhan untuk mencegah diabetes, keluarga akan dihadapkan pada tingginya biaya kesehatan diabetesi. Tentunya itu terjadi menyusul munculnya sejumlah keluhan yang hanya dapat diredakan setelah menenggak banyak obat.

Statistik Dunia Mengungkapkan Setiap 10 Detik Ada Seorang Diabetesi yang Meninggal!

Data yang dimiliki Indonesia tak kalah membuat bergidik. Dari sekitar 230 juta Warga Negara Indonesia (WNI), sebanyak 12 juta diantaranya adalah diabetesi. Masalahnya jauh lebih nyata ketimbang HIV/AIDS sekalipun.

Masih dari data Departemen Kesehatan tahun 2008, sebesar 11 persen dari populasi Indonesia diketahui merupakan kelompok prediabetes. Angka tersebut masih belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Sebab, orang yang memeriksakan diri ke dokter belum banyak. Diperkirakan dari satu pasien baru yang dokter rawat, ada 2,5 orang lain yang tidak terjangkau fasilitas kesehatan.

Kondisi tersebut tak ubahnya fenomena gunung es, yang tidak tampak dari permukaan namun efeknya jauh lebih besar. Karenanya harus ada upaya untuk menekan ledakan populasi penyandang diabetes.

Walau merepotkan, diabetes harus memeriksakan kadar gula darahnya secara teratur. Hal ini akan membantu mereka mengendalikan penyakit kencing manis. Selain itu, ada tes yang dikenal dengan nama A1C, yang perlu dilakukan untuk mengetahui rata-rata tingkat gula darah dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan dengan angka dari standar normal di bawah 8.

Oleh karena itu, mumpung masih muda, maka kita perlu membentengi diri supaya terhindar dari penyakit berbahaya ini. 


Kontrol diabetes dengan daun salam

daun salam pengontrol diabetes
Dibalik manfaatnya sebagai bumbu dapur, ternyata daun salam (lihat wikipedia) memiliki khasiat sebagai obat herbal. Jangan pernah menyia-nyiakan daun salam (Syzygium polyanthum). Sebab, selain untuk bumbu penyedap, daun salam juga berkhasiat sebagai tanaman obat. Setidaknya ada lima jenis penyakit yang dapat diatasi dengan daun salam, yakni maag, diare, diabetes melitus (DM), hiperkolesterolemia, dan hipertensi.

Untuk maag dan hipertensi memang belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Penggunaannya masih didasarkan pada keyakinan turun temurun, tetapi untuk diabetes, khasiatnya dapat dibuktian secara medis.

Daun salam mengandung minyak atsiri khususnya sitral dan eugenol, juga mengandung tanin serta flavonoid. Minyak atsiri dalam daun salam berkhasiat sebagai antibakteri dan penetral racun. Merujuk pada beberapa hasil penelitian, minyak atsiri dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare, yaitu E. coli dan S. aureus. Adapun tanin berkhasiat sebagai astringent yang berfungsi melapisi dinding mukosa usus dari rangsangan isi usus.

Beberapa penelitian menunjukkan, dengan kromatografi lapis tipis disimpulkan bahwa minyak atsiri daun salam terdiri dari seskuiterpen lakton yang mengandung fenol. Konsentrasi terkecil minyak atsiri yang mampu menghambat pertumbuhan E. coli adalah 40%, sedangkan terhadap S. aureus sekitar 5%.

Uji mikrobiologi menggunakan metode cakram menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun salam dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, Vibrio cholera, dan Salmonella sp. 

Kontrol Diabetes

Secara tradisional masyarakat sesungguhnya telah lama memanfaatkan daun salam untuk mengontrol diabetes. Sayang, pemanfaatan itu tanpa disertai perhitungan dosis yang tepat.

Penelitian awal yang dilakukan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menunjukkan, ekstrak air daun salam memiliki efek hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) pada tikus penderita DM yang tidak tergantung pada insulin, sedangkan pada tikus penderita diabetes melitus yang tergantung pada insulin tidak nampak efek hipoglikemik.

Penelitian lain adalah pengaruh pemberian infus daun salam terhadap kadar glukosa darah kelinci. Dilaporkan bahwa infus daun salam dengan dosis 175mg/kg berat badan kelinci dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci.

Penelitian terbaru dilakukan oleh tim peneliti Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, yang dipimpin oleh Dr. Asep Gana Suganda. Asep dan timnya melakukan penelitian terhadap ekstrak etanol 50 %, kemudian dilakukan penilaian parameter hipogilkemik serta karakterisasi ekstrak dan simplisia.

Uji preklinik dilakukan terhadap khasiat serta toksisitas akut dan subkronik pada tikus. "Hasil uji preklinik terhadap manfaat dan toksisitas menunjukkan ekstrak tersebut aman," kata Asep.

Karena itu, penelitian dilanjutkan ke tahap berikutnya, yakni uji klinik terhadap manusia. Untuk uji klinik itu, tim ITB bekerja sama dengan tim Divisi Metabolik-Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung. Uji Klinik tersebut dilakukan sekitar satu tahun dan dipimpin Prof. DR. Dr. Sri Harini KS Kariadi, SpPD-KEMD.

Hasil uji klinik tersebut menunjukkan, ekstrak daun salam ternyata mempunyai efek hipoglikemik pada penyandang DM yang kadar gula darahnya dibawah 200 mg/dl. Jika digunakan untuk penyandang DM yang kadar gula darahnya melebihi 200 mg/dl, ekstrak daun salam justru tidak memberi efek signifikan.

Menurut asep, pada penyandang DM yang kadar gula darahnya di bawah 200 mg/dl, dosis yang digunakan adalah 250 mg 3 kali sehari.

Asep mengungkapkan, dimasa depan, uji klinik terhadap khasiat daun salam akan terus ditingkatkan, tidak hanya melalui ekstraksi, melainkan juga fraksinasi.

Berat badan ideal agar terhindar dari penyakit diabetes melitus

Berat badan ideal dapat terhindar dari berbagai penyakit yaitu diantaranya terhindar dari risiko terkena diabetes melitus tipe 2, serangan jantung dan stroke. Selain itu orang yang kelebihan berat atau tidak mempunyai berat badan ideal dapat menyebabkan banyak masalah juga seperti darah tinggi, kolesterol dan gula darah. Sebenarnya tidak harus menurunkan berat badan secara drastis, penurunan 4 sampai 6 kg sudah sangat akan terasa perbedaannya.

Menjadikan berat badan ideal memang bukanlah suatu hal yang mudah. Karena kita harus membuat perubahan baik dalam makan dan aktifitas keseharian kita. Menurunkan berat badan juga membutuhkan waktu dan tidak jarang membuat kita frustasi. Tetapi, hal baiknya adalah menurunkan berat badan bukanlah suatu hal yang mustahil bahkan kita bisa mempertahankan bentuk tubuh ideal, walaupun anda belum pernah melakukannya sebelumnya. tetapi tenang berikut ini adalah cara untuk mengubah kelebihan berat badan menjadi berat badan ideal.

berat badan ideal
Berat badan ideal

  • Sarapan. Sarapan menjadikan perut anda kenyang dan menghindarkan anda dari makan makanan yang kurang baik dari jarak antara makan pagi dan siang.
  • Aktif bergerak setiap hari. Aktif bergerak dapat menghilangkan lemak yang ada dalam tubuh kita.
  • Mengurangi konsumsi kalori dan lemak. Sebagai gantinya makanlah makanan yang kaya serat.
  • Mencatat berat badan, makanan dan aktifitas yang dilakukan seharian. Sehingga akan terdapat kontrol yang baik.
  • Olahraga minimal 30 menit setiap hari. Inilah latihan yang paling sulit dilakukan tetapi mempunyai banyak sekali manfaat. Selain membuat tubuh kita sehat olahraga juga menjadikan diri kita lebih percaya diri.
Itulah tadi cara yang dilakukan untuk menurunkan berat badan dan menjaga agar tetap ideal setiap waktu. Jika anda rutin melakukan hal - hal tersebut percayalah bentuk tubuh anda akan ideal. Jika bentuk tubuh anda ideal maka segala penyakit akan menghindar dari diri kita. Ingat sumber penyakit ada dalam perut. Jadi, perbaikilah perutmu dengan cara sarapan, aktif bergerak, kurangi konsumsi lemak dan kalori dengan kata lain kurangi makan dan pilihlah makanan yang sehat dan bergizi tinggi dan olahraga minimal 30 menit sehari.

Mencegah dan menunda diabetes melitus tipe 2

Mencegah dan menunda diabetes melitus tipe 2 bisa dilakukan dengan cara - cara sebagai berikut. Pertama, Jaga berat badan dalam kondisi berat badan yang ideal. Orang yang terlalu gemuk akan mudah terkena penyakit khususnya penyakit diabetes melitus ini. Jika anda merasa mempunyai berat badan yang terlalu gemuk cobalah untuk menurunkan sampai pada batas normal, anda bisa melakukan latihan khusus untuk hal ini.

Kedua, Makan-makanan dengan jumlah, jenis dan jam yang mengacu pada kesehatan yang diperuntukan bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Walaupun anda belum terkena diabetes melitus tipe 2 ini tetapi anda harus mulai berhati-hati dan menerapkan sistem makan yang sehat. Cara makan yang sehat adalah ingat 3J yaitu Jumlah, Jenis dan Jam. Jumlah tidak banyak nasinya tetapi proporsional anda bisa membagi piring kedalam 3 bagian yaitu 1/3 nasi, 1/3 lauk pauk, dan 1/3 sayuran. Jenis ya jenisnya harus banyak mengandung serat, karena serat akan baik untuk kerja insulin dan akhirnya dapat menurunkan gula darah anda. lihat makanan yang baik bagi penderita diabetes karena mengandung banyak serat. Jam, makan harus tepat pada jam makannya, artinya bila anda makan seumpanya jam 7 pagi, jam 1 siang dan jam 7 pagi, maka anda harus tetap seperti itu dan jangan pernah makan di satukan 3 kali jadi satu kali itu akan mengakibatkan gula darah anda naik karena kalori yang begitu besar. jam yang teratur itu lah yang disebut diet.

cara mencegah diabetes melitus tipe 2
banyak gerak terhindar dari diabetes melitus tipe 2

Ketiga, aktif bergerak, banyak diantara kita sebagai pekerja kantor yang kurang gerak. Aktifitas gerak membantu untuk membakar lemak yang tertimbun dalam tubuh sehabis makan. untuk itu agar lemak hilang kita harus melakukan gerak badan. Mulailah dengan berjalan-kaki atau naik sepeda dan mengerjakan pekerjaan rumah seperti nyuci mobil, motor, dan lain-lain yang intinya menggerakkan semua anggota tubuh kita.

Itulah paparan yang sangat harus anda perhatikan dan amalkan untuk mencegah dan menunda diabetes melitus tipe 2 yaitu Berat tubuh ideal, Makan yang baik, dan banyak bergerak. Lakukanlah hal itu secara teratur niscaya kita akan terhindar dari yang namanya diabetes melitus tipe 2 ini. semoga bermanfaat.

Buncis Obat Kencing Manis yang Bagus & Murah

Penyakit kencing manis atau diabetes melitus banyak diidap orang Indonesia. Seorang penderita diabetes melitus memiliki kadar gula dalam darah yang tinggi sehingga si penderita harus hati-hati dalam menerapkan pola makan.
Dokter pun sering menganjurkan agar penderita disiplin dalam mengonsumsi obat, berdiet, dan melakukan olah raga, serta menjauhi stres. Banyak memang obat yang beredar di pasaran untuk “mengobati” diabetes tersebut, namun sering harganya mahal, karena bahan-bahannya haruslah diimpor. Bagaimana mau menjauhi stress jika untuk membeli obat yang harganya selangit saja susah.
Beruntung, kini telah ditemukan obat yang murah meriah dan dapat diperoleh dengan mudah. Di pasar-pasar tradisional yang becek ketika hujan dan penuh debu saat musim kemarau, “obat” ini bisa dengan mudah didapatkan. Di supermarket-supermarket pun ada, tapi kalau mau lebih murah memang lebih baik memilih di pasar tradisional. Kalau malas bepergian, kita cukup menunggu tukang sayur yang lewat depan rumah. Lalu “obat” apa yang murah meriah itu ? Buncis.
Ya, tepat. Tanaman yang buahnya mirip kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu mengobati penyakit diabetes melitus.
Hal tersebut terungkap dalam disertasi Yayuk Andayani, yang telah mempresentasikan penelitiannya berjudul “Mekanisme Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Buncis pada Tikus Diabetes dan Identifikasi Komponen Aktif” untuk memperoleh gelar doktor di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga, beberapa waktu lalu.
Dalam penelitiannya, Yayuk menggunakan tikus putih sebagai binatang percobaan. Tikus putih berusia tiga bulan itu oleh Yayuk diberi perlakuan induksi diabetes. Artinya, “dengan sengaja” si tikus putih dibuat mengidap diabetes melitus. Sebelum diinjeksi dengan diabetes, tikus tersebut telah diberi ekstrak buncis. Ternyata dalam waktu 30 menit setelah “dengan sengaja” dibuat menderita diabetes, tekanan gula darah tikus-tikus percobaan kembali normal, tanpa mengalami penurunan pada tingkat hipoglikemik (di bawah kadar gula normal-red.).
Timbul pertanyaan, apa sih “kesaktian” buncis sehingga hanya dalam waktu ½ jam bisa menurunkan kadar gula dalam darah hingga batas normal. Berdasar analisis Yayuk, di dalam buncis terkandung zat yang dinamakan B-sitosterol dan stigmasterol. Kedua zat inilah yang mampu meningkatkan produksi insulin.
Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh tubuh kita dari organ tubuh yang dinamakan pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Seseorang mengalami diabetes mellitus bila pankreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau tidak mampu memproduksi sama sekali. Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pancreas untuk meningkatkan produksi insulinnya.
Selain dua zat tadi, Yayuk memperoleh data bahwa dari 100 gram ekstrak buncis terkandung karbohidrat 7,81%, lemak 0,28%, protein 1,77%, serat kasar 2,07%, dan kadar abu 0,32 %.
Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan Yayuk ini tentu bisa dijadikan referensi untuk membuat obat diabetes dengan mengekstrak buncis. Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena obat diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang tersedia.
Bagi masyarakat, terobosan Yayuk itu bisa melegakan hati banyak orang pengidap diabetes melitus, khususnya mereka dari kalangan tidak mampu. Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai lalapan. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng dengan tambahan daging juga boleh.
Berbahagialah mereka yang kerap makan lalapan buncis. Ternyata selain manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit kencing manis.

Tertawa Bisa Kurangi Risiko Diabetes

Gelak tawa dapat membantu penderita diabetes meningkatkan kadar kolesterolnya dan menurunkan risiko penyakit pembuluh darah dan jantung, demikian hasil satu studi baru.
Menurut Lee Berk dari Loma Linda University, yang memimpin studi itu, pilihan gaya hidup berdampak mencolok pada kesehatan dan penyakit serta semua ini adalah pilihan antara tindakan pencegahan dan pengobatan.


Para peneliti membagi 20 pasien diabetes berisiko tinggi yang semuanya menderita darah tinggi dan hyperlipidemia (penyakit pembuluh darah dan jantung) ke dalam dua kelompok yang keduanya diberi obat diabetes standard.
Kelompok L diberi waktu 30 menit untuk menikmati humor yang mereka pilih, sementara Kelompok C –kelompok pemantau— tidak. Proses itu berlangsung selama satu tahun pengobatan.
Sekitar dua bulan proses pengobatan, semua pasien di kelompok tertawa (Kelompok L) memiliki tingkat hormon epinephrine dan norepinephrine –dipandang sebagai penyebab stres– lebih rendah.
Setelah 12 bulan, kolesterol HDL (kolesterol baik) telah naik 26 persen pada Kelompok L tapi hanya 3 persen di dalam Kelompok C.
Dalam pengukuran lain, protein C-reaktif, penanda radang dan penyakit pembuluh darah serta jantung, turun 66 persen pada kelompok tertawa tapi hanya 26 persen pada kelompok pemantau.
“Dokter terbaik mengerti bahwa ada campur tangan psikologis hakiki yang ditimbulkan oleh emosi positif seperti gelak tawa dengan riang-gembira, optimisme dan harapan,” kata Berk.
Kendati demikian, Berk menilai tertawa menjadi obat yang bagus dan sama berharganya dengan obat diabetes, tapi berkeras bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan guna memastikan apa maksud dari semua hasil itu.

Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes

Bulan Ramadhan biasanya disambut penuh bahagia. Namun bagi sebagian penderita Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, menjalankan ibadah puasa kadang sangat menyulitkan. Lantas, apakah penderita DM boleh berpuasa?
Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis (menahun) yang terjadi akibat gangguan hormon insulin dalam tubuh. Hormon ini berfungsi untuk mengatur kadar gula darah agar tidak terlalu tinggi. Karena, kadar gula yang terlalu tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan, terutama pada pembuluh darah dan syaraf.

Gejala DM sangat bervariasi dan mungkin sama sekali tidak bergejala. Biasanya hanya muncul gejala ringan atau gejala cukup berat. Pada DM tipe pertama, gejala klasiknya adalah sering kencing (poliuria), sering merasa haus (polidipsi), badan menjadi kurus dan sering kelelahan. Sementara penderita DM tipe kedua, mengalami gangguan komplikasi pada mata, gagal ginjal, sering kesemutan pada jari tangan dan kaki, gairah seks menurun dan lain-lain.

Sementara berdasarkan ketergantungan pada insulin, DM di bagi menjadi dua tipe. Penderita DM tipe pertama sangat membutuhkan tambahan insulin dari luar tubuh. Biasanya disuntikkan. Sedangkan penderita DM tipe kedua tidak tergantung pada insulin.
Boleh Berpuasa
Berkaitan dengan risiko yang mungkin terjadi, tidak setiap penderita DM boleh menjalankan ibadah puasa. Yang dikhawatirkan adalah risiko terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah di bawah normal) akibat tidak adanya asupan makanan selama berpuasa. Atau risiko hiperglikemia (kadar gula darah berlebihan) karena makan yang berlebihan setelah berbuka puasa.
“Penderita DM dapat mengontrol kadar gula darahnya hanya dengan merencanakan pola makanan yang tepat dan olehraga yang cukup. Kalau hal ini bisa dilakukan, penderita DM boleh menjalani ibadah puasa. Demikian pula dengan penderita DM yang memerlukan obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darahnya. Mereka boleh berpuasa, dengan catatan harus melakukan perubahan pola makan, memperbanyak aktivitas fisik dan jadwal minum obat yang rutin,” kata dr F Eliana Taufik SpPD, Ahli Penyakit Dalam RS Mitra Kemayoran, Jakarta.
Namun, sebelum penderita DM menjalani puasa, sebaiknya mereka memeriksakan diri ke dokter untuk mengukur kadar gula darah. Cara ini dilakukan agar bisa mengendalikan kadar gula darah. Yang dimaksud dengan kadar gula darah terkendali adalah kadar gula darah di pertahankan kurang dari 110 miligram/desiliter darah selama puasa dan 160 miligram/desiliter darah setelah berbuka puasa.
Eliana menambahkan, kondisi gula darah tidak seimbang jika pasien terus-menerus mengkonsumsi makan yang banyak mengandung gula. Jika pasien memiliki disiplin diri dengan tidak mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak, maka pasien tak akan mengalami gangguan berarti. Mereka bisa tetap menjalani puasa dengan baik, tanpa harus takut kadar gula darahnya meningkat.
Namun bagi penderita diabetes lanjut Eliana, harus segera membatalkan puasa jika terjadi hipoglikemi. Tanda-tanda terjadinya hipoglikemi yang dapat diamati seperti tampak gelisah, berkeringat dingin, bingung, gemetar, jantung berdebar-debar, kesemutan pada lidah atau bibir dan mengalami penglihatan ganda. Bila dibiarkan berlanjut, dapat terjadi kejang-kejang dan terjadi penurunan kesadaran hingga mengalami koma. Biasanya, hipoglikemi terjadi pada sore hari, saat menjelang berbuka puasa.
Sementara penderita hiperglikemi akan mengalami gejala seperti, sering kencing (poliuria), sering merasa haus (polidipsi), badan menjadi kurus dan sering kelelahan. Namun kalau sudah kronis, biasanya penderita mengalami gangguan daya penglihatan, sering merasa kesemutan pada jari tangan dan kaki, penurunan gairah seks dan gagal ginjal. Kondisi ini biasanya terjadi setelah berbuka puasa. Karena terlalu banyak zat gula yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan.
Jadi, jika Anda mengetahui ada teman, kerabat atau keluarga yang mengalami gejala seperti itu, segera dilarikan ke rumah sakit. Pada kondisi ini, harus ada intervensi media untuk menurunkan kadar gula darah. Karena orang awam tidak bisa melakukannya.

Menjaga Gula Darah Tidak Rendah atau Tinggi

Kadar gula manusia kadang terlalu tinggi atau terlalu rendah yang keduanya tidak bagus untuk kesehatan. Kadar gula harus dijaga dalam posisi normal agar tubuh tetap sehat. Bagaimana menjaga agar gula darah tidak tinggi atau rendah?

Gula darah dalam istilah medis dikenal sebagai glukosa. Gula di dalam darah ini diperlukan karena menjadi sumber energi bagi sel-sel tubuh.
Seperti dilansir buzzle, Minggu (4/7/2010) rata-rata tingkat glukosa darah normal pada manusia adalah 70 mg/dl hingga 120 mg/dl dan biasanya akan meningkat setelah makan. Gula darah masih termasuk normal jika setelah makan angkanya masih di bawah 220 mg/dl.

Jika gula darah di bawah 60 mg/dl akan terjadi hipoglikemia atau kadar gula yang rendah. Sebaliknya jika sudah melebihi 225 mg/dl maka akan terjadi hiperglikemia atau gula darah tinggi.
Gula darah yang kelewat rendah bisa bisa menyebabkan orang koma (hilang kesadaran). Tanda-tanda gula darah rendah adalah lelah, fungsi mental yang menurun, perasaan gemetar, berkeringat, perih pada mulut, pusing, perasaan linglung dan jantung berdetak keras hingga kehilangan kesadaran.
Penyebab gula darah rendah biasanya kurang mengonsumsi makanan yang manis, asupan karbohidrat yang kurang, melakukan aktivitas yang berlebihan dan mengonsumsi alkohol tanpa adanya makanan yang masuk ke tubuh.
Orang yang mengalami hipoglikemia, sebaiknya segera diberikan sesuatu yang manis agar kadar gula darah dalam tubuhnya cepat meningkat. Karena jika tidak bisa mengganggu tingkat kesadaran seseorang dan akibat yang paling buruknya adalah bisa menyebabkan kerusakan otak.
Agar gula darah tidak rendah:
  1. Makanlah tepat waktu dengan gizi yang seimbang
  2. Disela-sela jam makan harian selingi dengan makanan kecil tiap 2-3 jam bisa berupa buah atau makanan rendah lemak
  3. Jangan merokok
  4. Jauhi kafein dan alkohol
Sedangkan gula darah tinggi bisa menyebabkan stroke, serangan jantung dan diabetes. Tapi orang dengan diabetes juga bisa terkena gula darah rendah setelah jika kelebihan menggunakan obatnya.
Nah, gula darah yang tinggi lebih banyak menjadi masalah karena komplikasinya dan penanganannya yang tidak mudah. Untuk menurunkan kadar gula darah tinggi sebaiknya:
  1. Hindari stres, Tubuh yang stres akan menyulitkan orang untuk mengontrol gula darahnya, sebaliknya jika kondisi tenang orang akan lebih rileks untuk mencari menurunkan kadar gula darahnya.
  2. Latihan atau olahraga selama 20-30 menit setiap hari seperti jalan kaki terbukti membantu menurunkan kadar gula darah
  3. Hindari makanan seperti roti putih, pasta atau nasi karena karbohidratnya begitu tinggi yang memicu kenaikan gula darah.
  4. Menambahkan kayu manis pada makanan karena membuat tubuh lebih sensitif terjadap insulin. Jika sensitivitas tubuh baik terhadap insulin maka tubuh akan lebih sedikit menggunakan insulin.
  5. Sediakan lemon atau jeruk limau karena memiliki kemampuan mengurangi indeks glisemik terhadap beberapa makanan.
  6. Ganti karbohidrat dengan makanan tinggi serat dan protein contohnya seperti sayuran mentah, buah-buahan kecuali pisang, gandum, biji-bijian.
  7. Minum teh hijau secangkir setiap hari.
  8. Makan 2-3 jam sekali bisa berupa buah atau jus tanpa gula membantu menjaga kestabilan gula darah dan mencegah makan terlalu banyak.
Menurunkan gula darah bukan hal yang mustahil meskipun dibutuhkan waktu.

8 Cara Kontrol Gula Darah

Gula dalam darah dapat naik maupun turun sesuai dengan aktifitas dan makanan yang dikonsumsi. Stroke, serangan jantung dan diabetes dapat diakibatkan dari kadar gula darah yang tinggi. Maka itu perlu dilakukan kontrol terhadap gula darah agar tubuh tetap sehat.
Gula atau glukosa adalah sumber energi untuk sel tubuh. Rata-rata tingkat glukosa darah normal pada manusia adalah sekitar 4 mM (4 mmol/L atau 72 mg/dL).

Ketika kadar gula darah berada di luar kisaran normal, hal itu bisa menjadi indikator kondisi medis. Gula darah tinggi yang terus-menerus disebut hiperglikemia atau jika rendah seperti hipoglikemia.

Diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia dan merupakan penyakit yang paling menonjol terkait dengan kegagalan pengontrolan gula darah.
Seperti dilansir dari menshealth, Selasa (30/3/2010), berikut cara untuk mengontrol gula darah:

1. Latihan Olahraga
Olahraga setidaknya 20 sampai 30 menit setiap hari. Tidak berolahraga dan makan yang buruk dapat memperburuk resistensi insulin seseorang. Pilihlah olahraga yang disukai agar tidak merasa bosan.

2. Menambahkan kayu manis pada makanan
Studi menunjukkan kayu manis dapat meningkat sensitivitas insulin. Ini berarti tubuh akan membutuhkan lebih sedikit hormon insulin untuk menjaga kadar gula darah. Menambahkan kayu manis ke dalam makanan pencuci mulut dapat menekan kadar gula darah tanpa menghilangkan rasa manis.

3. Jika glukosa darah tinggi, konsumsi asam alpha lipoic
“Suplemen ini tidak terkalahkan sebagai nutrisi gula darah dan diresepkan di Eropa,” kata Jonny Bowden, Ph.D., C.N.S., penulis The Most Effective Natural Cures on Earth. Bowden merekomendasikan 300 mg dua kali sehari.

4. Hindari minuman penambah energi yang manis
Ilmuwan University of Massachusetts baru-baru ini menemukan bahwa olahraga meningkatkan sensitivitas insulin sebesar 40 persen ketika defisit 500 kalori telah dibuat, tetapi tidak menghasilkan peningkatan bila energi yang terbakar segera diganti dengan karbohidrat pada minuman berenergi yang manis.

5. Monitor glukosa
Hal ini akan memungkinkan untuk mengetahui bagaimana makanan dan minuman tertentu mempengaruhi gula darah. Cukup dengan menusuk jari 2 jam setelah makan. Jumlahnya tidak boleh lebih dari 139 mg/dL, dan seharusnya tidak kurang dari 100 mg/dL. Jika keluar dari jangkauan tersebut, berarti Anda memerlukan tes toleransi glukosa oral.

6. Untuk camilan, konsumsilah labu atau biji bunga matahari
Sedikit camilan ini tidak akan mempengaruhi gula darah. Dan menurut sebuah studi dari 2.006 peneliti Universitas Tufts, camilan-camilan ini kaya magnesium yang dapat melawan resistensi insulin.

7. Makan setiap 2 hingga 3 jam sekali
Makan 2-3 jam sekali bisa berupa buah atau jus minim gula. Makan dengan frekuensi ini akan membantu menjaga kestabilan gula darah dan mencegah makan terlalu banyak.
8. Cek kesehatan
Jika Anda menggunakan thiazide diuretik untuk hipertensi, konsultasikan pada dokter untuk beralih ke ACE inhibitor. Pada tahun 2006, tinjauan Hypertension terhadap 59 obat, ditemukan ada hubungan yang kuat antara kadar kalium rendah yang disebabkan oleh diuretik dan peningkatan gula darah.

Alat Tes Gula Darah, Penting dalam Mengontrol Diabetes

Glucose Meter atau biasa disebut alat tes gula darah adalah alat yang digunakan oleh para penderita diabetes untuk memantau glukosa darah, dalam bahasa Inggris prosedur ini disebut self monitoring of blood glucose (SMBG) –- saya translasikan menjadi: Swa Monitor Banyaknya Gula darah–he..he.. maksa dikit tak apa lah..!.
Sebagai penderita diabetes, kita punya dua metode pengukuran yang dapat kita pilih. Pertama dengan menggunakan alat monitor gula darah seperti alat tes gula darah yang dapat kita temui di apotik atau toko alat kesehatan dan yang kedua dengan cara tes kadar gula darah biasa seperti yang dilakukan di laboratorium.

Bagaimana Alat tes gula darah bekerja ?
Sebagai pengguna alat tes gula darah, anda memerlukan beberapa tetes darah yang ditempatkan pada strip sekali pakai. Strip ini kemudian dimasukkan pada alat. Strip ini sudah dilapisi dengan bahan kimia khusus seperti glucose oxidose, dehydrogenase atau Hexokinase.
Sewaktu tes dilakukan, bahan kimia ini bercampur dengan contoh darah yang telah diteteskan. Gula darah yang terdapat dalam darah tersebut lalu diukur oleh alat tes. Beberapa alat mengukur tingkat elektris yang ada dalam darah.

Ada juga alat yang mengukur berdarasarkan jumlah cahaya yang direfleksikan dalam contoh darah. Hasil pengukuran akan ditampilkan oleh alat dalam angka tertentu.
Bahkan ada alat yang dapat dihubungkan dengan PC untuk menyimpan hasil tes yang dilakukan.

Memilih alat tes gula darah
Ada banyak alat tes gula darah yang tersedia di pasaran saat ini. Meskipun semuanya itu mempunyai kegunaan yang sama, Namur dalam beberapa hal ada beberapa perbedaan. Pilihan anda akan alat tes gula darah tergantung lepada beberapa faktor, antara lain:

• Jumlah darah yang diperlukan untuk tes.
• Kecepatan alat tes dalam menyelesaikan pengukuran.
• Kemampuan alat dalam menyimpan hasil tes.
• Ukuran alat
• Harga alat
• Harga dari strip yang digunakan oleh alat.
Semua factor di atas dapat anda tanyakan pada penjualnya sebelum memutuskan untuk membeli dan tentnnya juga sa ngat bergantung pada isi kantong anda sendiri. Ada banyak sumber di internet yang mengupas tentang alat-alat 

Hal penting yang harus diketahui tentang Alat tes gula darah.
Karna ada begitu banyak pilihan, fitur-fiturnya pun kadang hanya beda-beda tipis. Oleh karena itu anda harus mengerti fitur apa yang tersedia pada alat anda. Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah rentang pengukuran gula darah yang dapat diukur oleh alat.
Beberapa alat dapat mengukur pada rentang yang cukup lebar. Biasanya alat ini dapat membaca dari rentang 0 hingga 600 mg/dl. Karena perbedaan dalam alat monitor gula darah, interpretasi dari hasil pengukuran yang tinggi maupun yang rendah harus dilakukan secara hati-hati.
Jika anda mengalami hasil pengukuran yang sangat tinggi ataupun sangat rendah dari pengukuran alat, pastikan dengan melakukan pengetesan ulang, dan bandingkan hasil keduanya. Periksa juga kalibrasi dari alat tersebut untuk memastikan hasilnya selalu akurat.
Hal lain yang perlu diketahui tentang alat tes gula darah adalah perbedaan antara whole blood glucose dan plasma glucose . Level gula darah dalam plasma biasanya lebih tinggi dari hasil yang ditemukan dalam darah (whole-blood).
Pengukuran ini bahkan tinggi setelah makan. Oleh karena itu anda (dan dokter anda) harus tau apakah alat tes yang digunakan menyajikan hasil dari pengukuran whole-blood atau dari plasma.

Hari Diabetes Dunia

hari diabetes dunia

Hari Diabetes Dunia

Hari diabetes dunia adalah perayaan akan kesadaran masyarakat dunia tentang penyakit diabetes atau kencing manis (diabetes melitus) dan diadakan setiap tanggal 14 November setiap tahunnya. Acara ini pertama kali dicetuskan oleh International Diabetes Federation (IDF) dan World Health Organization (WHO) pada tahun 1991. Sebenarnya tanggal 14 November ini juga merupakan tanggal lahir Frederick Banting, tokoh yang berjasa dibalik penemuan insulin.

poster hari diabetes dunia 2014

Poster ini diterjemahkan oleh IDF ke dalam bahasa indonesia. Tema Hari Diabetes Sedunia 14 November 2014 kali ini adalah Makan Sehat Dimulai dengan Makan Pagi. Yupp... seperti yang kita tahu bahwa makan pagi atau sarapan menjadi hal yang penting bagi kita khususnya penderita diabetes, karena dengan makan pagi selain sebagai salah satu rencana makan atau diet kita sarapan atau makan pagi juga memberikan efek untuk makan siang tidak terlalu banyak.
Kali ini IDF mengajak berbagai kalangan masyarakat untuk mempromosikan makan pagi tersebut dalam peringatan Hari Diabetes Sedunia bulan November nanti.



 

Mitos - mitos tentang diabetes 2

mitos gula darah

Gula darah atau diabetes dalam mitos

Mitos : Seseorang diabetes harus makan makanan sepesial untuk penderita diabetes

Fakta : Sebuah rencana makan atau rencana diet bagi penderita diabetes secara umum sama dengan diet atau rencana makan orang pada umumnya yaitu rendah lemak, tidak mengandung garam dan gula, dengan makanan yang kaya akan serat dan buah-buahan. Jadi tidak ada yang spesial malah kalau ada spesial makanan yang khusus dijual untuk penderita diabetes banyak yang menawarkan keuntungan atau manfaat yang sama dan tidak terlalu spesial. Kebanyakan makanan tersebut terkadang masih menaikkan level gula darah dan biasanya mahal. lihat makanan yang baik bagi diabetes

Mitos : Seseorang diabetes tidak boleh makan makanan yang mengandung gula atau coklat

Fakta : Jika dimakan sebagai bagian dari rencana makanan diet, atau di barengi dengan olahraga, makanan yang mengandung gula atau hidangan manis dapat dimakan oleh penderita diabetes. Tidak ada batasan bagi penderita diabetes dari orang yang tanpa diabetes. Kunci utama yang harus dipegang ketika makan mkanan yang manis adalah hanya dalam porsi yang kecil dan simpanlah makanan manis tersebut untuk dimakan dalam kesempatan yang spesial jadi kita dapat fokus ke diet kita tadi.

Mitos : Kita dapat terserang diabetes dari orang lain.

Fakta : Tidak, walaupun kita tidak tahu tepatnya mengapa seseorang menderita diabetes, Kita tahu bahwa diabetes tidak dapat menular. Jadi diabetes tidak dapat menular seperti flu. Tetapi tidak dipungkiri faktor keturunan mempunyai hubungan pada penderita diabetes dan juga gaya hidup. lihat lebih lengkap tentang penyebab diabetes


Mitos - mitos tentang diabetes

Mitos tentang Gula Darah

Banyak sekali mitos tentang gula darah yang membuat masyarakat kadang-kadang merasa sulit untuk menerima kenyataan  buruk tersebut, seperti cohtoh mitos bahwa gula darah adalah penyakit yang sangat mematikan. Mitos - mitos ini dapat membuat sebuah gambaran yang salah dan mengada-ngada.

Tugas bagi seseorang yang terkena gula darah adalah salah satunya mencari tahu fakta-fakta tentang gula darah atau diabetes dan mempelajari bagaimana sebenarnya penanggulangannya.
gula darah

Mitos : Diabetes bukanlah sebuah penyakit yang serius

Fakta : Jika anda mengatur diabetes dengan baik, anda dapat mencegah atau menunda komplikasi diabetes. Walau bagaimanapun, diabetes menyebabkan lebih banyak kematian selama setahun dibanding kanker payudara dan AIDS digabung. Dua dari tiga orang penderita diabetes meninggal dengan serangan jantung atau stroke.

Mitos : Jika anda kelebihan berat badan atau gemuk, anda akan mempercepat timbulnya diabetes tipe 2

Fakta : Kelebihan berat badan atau gemuk adalah sebuah faktor resiko penyebab penyakit, tetapi faktor resiko yang lain seperti keturunan, etnik dan umur juga mempunyai peran dalam timbulnya diabetes tipe 2. Sayangnya, banyak orang tidak mengindahkan faktor resiko yang lain tersebut dan berpikir bahwa kegemukanlah yang menjadi faktor resiko untuk diabetes tipe 2. Kebanyakan orang yang gemuk malah tidak terkena diabetes tipe 2 dan banyak penderita diabetes berada pada berat badan normal. Jadi selain faktor berat badan faktor lain juga bisa anda indahkan agar tepat dalam penanganan.

Mitos : Makan terlalu banyak gula menyebabkan diabetes

Fakta : Jawabannya tidaklah sederhana. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh faktor genetik dan faktor yang tidak diketahui yang memicu serangan penyakit tersebut; sedangkan, diabetes tipe 2 disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup.

menjadi gemuk meningkatkan resiko terkena diabetes tipe 2, makan makanan yang tinggi akan kalori juga akan menyumbang kenaikan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa minum minuman bergula berhubungan dengan diabetes tipe 2. The American Diabetes Association merekomendasikan bahwa kita harus menghindari dari minuman-minuman manis untuk membantu mencegah diabetes. minuman-minuman manis termasuk seperti minuman : 
  • minuman bersoda
  • minuman buah
  • minuman energi
  • teh manis
  • dan minuman manis lainnya
Semua itu akan meningkatkan gula dalam darah dan dapat memberikan ratusan kalori hanya dalam satu sajian!

perlu dicermati :
  • hanya sebuah kaleng soda seberat 12 ons itu bisa sampai memiliki sekitar 150 kalori dan 40 gram karbohidrat. Ini adalah jumlah yang sama karbohidrat di 10 sendok teh gula!  
  • Satu cangkir fruit punch dan minuman buah manis lainnya memiliki sekitar 100 kalori (atau lebih) dan 30 gram karbohidrat.

bersambung.... 

DIABETES ITU GERBANG AWAL SEGALA PENYAKIT

Komplikasi Diabetes

Diabetes itu adalah bisa dibilang gerbang awal dari segala penyakit yang parah atau disebut juga komplikasi dari diabetes. Oleh karena itu, Anda harus mulai menjalani kehidupan yang penuh disiplin. makan minum harus dijaga, olahraga perlu teratur, dan obat tidak boleh dilupakan bagi yang sudah terkena diabetes. Apabila anda lalai melakukannya, bermacam-macam komplikasi akan bermunculan. Sakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, kaki yang membusuk, atau impotensi adalah sebagian dari komplikasi diabetes yang menakutkan. Tiap 10 detik ada satu orang atau tiap 1 menit ada enam orang yang meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan diabetes. Penyakit diabetes adalah penyakit seumur hidup sehingga pengidapnya harus terus berurusan dengan periksa darah dan dokter. Akan tetapi, jika anda bisa menguasai diabetes, mengerti apa itu diabetes, memahami cara mengatasi problem gula darah tinggi dengan benar, Anda tetap bisa hidup sehat dan berbahagia sama seperti orang lain yang bukan pengidap diabetes.

Kendati demikian, ternyata masih banyak orang yang tidak menganggap serius penyakit diabetes. Mereka lebih panik mendengar kata kanker, AIDS, atau flu burung. Sebenarnya, jumlah pasien diabetes semakin banyak dan ada dimana-mana. Diabetes telah membunuh jauh lebih banyak daripada penyakit lainnya. Diabetes bisa merusak semua organ tubuh, baik dari ujung rambut kepala sampai ke ujung kaki. Diabetes adalah Silent Killer.

Komplikasi diabetes timbul akibat kontrol gula tidak teratur, gaya hidup yang keliru, tidak disiplin berdiet, minum obat, atau berolahraga. Semakin disiplin dan semakin baik kendali gula darah, anda bisa mencegah dan mengalahkan komplikasi diabetes yang mematikan itu.

Anda jangan takut sekalipun tidak bisa dihilangkan, diabetes bisa dikendalikan. Gula darah yang terkontrol dengan baik akan menjamin Anda terhindar dari berbagai komplikasi dan Anda bisa berumur panjang. Hal tersebut bisa dilakukan dengan pengaturan diet yang benar dan  praktis, cara berolahraga yang baik, gaya hidup yang sehat, serta lebih mengenal obat-obatan diabetes.
Sungguh-sungguhlah, kendalikan, cegah dan kalahkan komplikasi diabetes. Anda pasti Bisa!.

Mengapa harus cek darah dan kontrol ke dokter ?

Rutinitas Cek Darah


Setelah mengetahui bahwa kita terkena diabetes, maka salah satu yang nantinya wajib dilakukan adalah memeriksakan kadar gula darah atau kontrol ke dokter secara rutin. Periksa gula darah nantinya akan menjadi kegiatan rutin yang dilakukan penderita DM untuk memonitor dan untuk tetap menjaga gula darahnya dalam level normal. Dalam kontrol ke dokter hal dibawah inilah yang akan diperiksa
  • Berapa kadar gula darahnya ?
  • Apakah diet sudah dilakukan dengan benar ?
  • Apakah sudah berolahraga secara rutin ?
  • Berat badan apakah sudah ideal ?
  • Obat sudah diminum dengan teratur ? 
  • atau suntikan insulin sudah benar ? (tipe 1)
 Jadi tidak hanya mengukur kadar gula darahnya tetapi juga tentang diet, olahraga dll.
Mungkin ada yang takut, cemas, perasaan tidak senang, bahkan marah terhadap anjuran periksa darah yang akan terus berlangsung seumur hidup. Hal ini lumrah bisa terjadi. Akan tetapi, bila anda telah mengerti betapa  pemeriksaan gula darah ini sangat membantu dalam pengobatan dan pencegahan komplikasi, maka anda akan dengan senang hati dan disiplin memeriksakan gula darah.

Penyebab Diabetes

Penyebab Diabetes

Beberapa Hal yang Menjadi Faktor Penyebab Diabetes

Setelah anda tahu gejala-gejala diabetes dan anda memeriksakan diri kepada seorang dokter dan anda divonis menderita diabetes, lalu mungkin anda akan bertanya-tanya apa sih yang menyebabkan saya terkena diabetes? untuk itu disini saya akan uraikan tentang Faktor Penyebab Diabetes.

Penyebab Diabetes yang paling dominan ditemukan pada penderita diabetes adalah : 
  1. Keturunan.  Bila Ibu anda atau Bapak, Kakek, Nenek atau saudara dekat yang masih ada hubungan keluarga menderita diabetes maka anda beresiko terkena diabetes juga.
  2. Ras atau Etnis. Orang kulit hitam lebih berisiko terkena diabetes. Laki-laki juga
  3. Darah Tinggi. Mempunyai tekanan darah tinggi juga berpengaruh terhadap penyebab diabetes.
  4. Usia. Semakin tua maka risiko terkena diabetes juga semakin tinggi. Umumnya umur 40 tahun keatas.
  5. Obesitas. Semakin banyak lemak menimbun di perut, semakin sulit pula insulin bekerja sehingga gula darah mudah naik. Hal ini berkaitan juga dengan Terlalu Banyak Makan, terlalu banyak makan akan membuat kerja pankreas untuk menghasilkan insulin juga semakin tinggi akibatnya pankreas akan terlalu berat dan akhirnya menjadi lemah.
  6. Kurang Gerak Badan. Makin kurang gerak badan, makin mudah seseorang terkena diabetes.
  7. Kehamilan. Beberapa ibu hamil terkena diabetes karena sewaktu mereka hamil berat badan mereka naik bisa sampai 10 kg konsumsi makan pun naik akibatnya gula darah pun naik.
  8. Infeksi. Infeksi yang terjadi di sel penghasil Insulin yaitu pankreas maka hal tersebut akan mengakibatkan sel pankreas tidak bisa bekerja secara efektif menghasilkan insulin dan akhirnya gula darah pun naik.
  9. Stres. Stres menyebabkan hormon counter-insulin (yang kerjanya berlawanan dengan insulin) lebih aktif sehingga glukosa darah meningkat.
  10. Obat-obatan. Beberapa obat dapat meningkatkan kadar gula darah. Contohnya adalah hormon steroid, beberapa obat antihipertensi (penyeka beta dan diuretik), obat yang menurunkan kolesterol (niasin), obat tuberkulosis (INH), obat asma (salbutamol dan terbutalin), dan hormon tiroid (levotiroksin)
Setelah anda mengetahui tentang penyebab dominan diabetes atau gula darah naik tinggi melebihi normal. anda bisa mengantisipasi untuk menghindari penyebab diabetes tersebut, mungkin untuk keturunan, ras, etnis dan usia anda tidak bisa menghindari tetapi faktor lainnya seperti Kurang gerak badan bisa diatasi dengan banyak gerak atau olahraga, obesitas dengan diet yang teratur, dan kurangi stres dengan banyak bersyukur dan menikmati apa yang anda senangi dan jangan terlalu pusing dengan masalah yang anda hadapi. 

Apa itu Diabetes ?

Diabetes atau di Indonesia dikenal juga dengan "penyakit kencing manis" diabetes merupakan penyakit  yang disebabkan karena adanya gangguan pada kerja hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Hormon insulin merupakan  hormon yang mengatur metabolisme glukosa dalam darah. Pada penderita diabetes, gangguan tersebut menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat dan dikenal dengan istilah “hyperglycemia”. Hyperglycemia menyebabkan keberadaan glukosa pada urine penderita diabetes. Hal inilah yang menyebabkan diabetes sering disebut juga dengan penyakit “kencing manis”. Gejala awal diabetes antara lain adalah sering merasa haus dan lapar, sering kencing, penurunan berat badan secara tiba-tiba, dan mudah merasa lelah.

Apakah saya beresiko mengidap diabetes?

Untuk mengetahui kita terkena diabetes atau tidak salah satunya adalah memeriksakannya ke dokter.
tetapi hal itu tentu saja setelah terjadi gejala-gejala diabetes tersebut seperti :
berat badan turun, cepat haus, pingin makan terus, penglihatan menurun, dan juga luka yang sulit untuk disembuhkan.