Sayuran Hijau Kikis Diabetes

Dalam dua dekade terakhir telah terjadi peningkatan dramatis dalam jumlah individu diabetes tipe 2 di seluruh dunia. Makan sayuran berdaun hijau secara signifikan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Demikian hasil penelitian yang dipimpin Patrice Carter di Universitas Leicester, yang dipublikasikan secara online dalam Bristish Medical Journal.

Menurut hasil studi yang dilakukan pada tahun 2002, kekurangan asupan buah dan sayuran telah menyumbangkan 2.6 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2000. Dalam penelitiannya, Patrice Carter dan koleganya telah melibatkan 220.000 peserta untuk meninjau lebih jauh hubungan antara mengonsumsi buah dan sayuran dan diabetes tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan, mengonsumsi satu porsi sayuran berdaun hijau sehari mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 14 persen. Namun, jika buah dan sayuran digabungkan, hasilnya tidak berpengaruh terhadap risiko ini. Oleh karena itu, anjuran manfaat kesehatan dari sayuran hijau secara keseluruhan memang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Para peneliti juga meyakini, kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah dan sayuran dapat mencegah penyakit kronis, seperti halnya kandungan magnesium dalam bayam yang bermanfaat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Mereka juga menyatakan, bahwa suplemen tidak terlalu memberikan manfaat signifikan bagi pencegahan penyakit.

3 Obat Alami untuk Diabetes

Sejak jaman dahulu, diabetes telah diobati dengan obat-obatan alami dari tanaman. Penyelidikan ilmiah baru-baru ini telah mengkonfirmasi kemanjuran banyak tanaman dalam mengelola kadar gula darah penderita diabetes. Berikut adalah tiga di antaranya:
Brotowali (Tinaspora Crispa)
Tanaman brotowali mengandung senyawa aktif tinokrisposid berkhasiat mempercepat keluarnya glukosa melalui peningkatan metabolisme atau disimpan secara langsung sebagai lemak. Penelitian dari RS King Chulalangkorn di Thailand terhadap 36 pasien yang diberi ekstrak brotowali menunjukkan penurunan gula darah yang signifikan. Bagian yang paling sering digunakan dari brotowali adalah batang dan akarnya yang secara tradisional direbus untuk diminum. Uji klinis menunjukkan brotowali tidak beracun sehingga aman dikonsumsi.
Pare/Paria (Momordica charantia)
Pare atau paria adalah sayuran tropis dibudidayakan secara luas di Asia, Afrika dan Amerika Selatan, dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai obat diabetes. Pare mengandung steroid saponin yang dikenal sebagai charantin, peptida yang menyerupai insulin. Senyawa aktif ini meningkatkan regenerasi sel-sel, merangsang sekresi insulin di pankreas, dan merangsang penyimpanan glikogen di liver yang secara keseluruhan berdampak menurunkan gula darah pada pasien diabetes tipe 1.
Cara tradisional mengkonsumsi pare sebagai jamu adalah dengan memerasnya sebagai jus. Seperti brotowali, rasanya pahit sekali. Berhati-hati jangan terlalu banyak mengkonsumsi pare, karena dapat menyebabkan sakit perut dan diare. Minum dalam porsi sedikit, misalnya setengah gelas, namun teratur lebih baik bagi kesehatan. Selain itu, penderita diabetes yang mengkonsumsi obat hipoglikemik (seperti klorpropamid, glyburide, atau phenformin) atau insulin juga harus berhati-hati mengkonsumsi pare, karena dapat memperkuat efektivitas obat sehingga menyebabkan hipoglikemia berat.
Gymnema Sylvestre
Gymnema adalah tanaman merambat seperti sirih yang tumbuh di hutan tropis. Daunnya bulat telur (elips) dan bunganya berwarna kuning kecil berbentuk seperti lonceng. Bahan aktif tanaman ini, asam gymnemic, diekstrak dari daun dan akar, dan membantu menurunkan dan menyeimbangkan tingkat gula darah. Bentuk unik molekul asam gymnemic mirip dengan glukosa sehingga memungkinkannya mengisi reseptor sel pada lapisan usus untuk mencegah penyerapan molekul gula.
Ekstrak tanaman ini dapat menjadi pengganti yang sangat baik untuk obat penurun gula darah karena membantu pankreas memproduksi insulin pada diabetes tipe 2 (di mana tubuh penderita memproduksi terlalu sedikit insulin atau tidak mampu menggunakan insulin secara efisien). Gymnema juga meningkatkan kemampuan mengendalikan kadar gula darah pada diabetes tipe 1 dengan cara memperbaiki sel beta pankreas dan merangsang pembentukan insulin.

Obat tradisional diabetes

Gejala awal diabetes adalah sering buang air kecil, rasa haus, lensa mata berubah bentuk sehingga pengllihatan menjadi kabur untuk sementara waktu, dan lain-lain.
Diabetes timbul ketidakmampuan mengubah glukosa menjadi tenaga. Ketika kadar gula dalam darah sudah terlalu tinggi, ginjal tidak mampu menyaring semua darah sehingga urine mengandung glukosa.
Pengobatan (Pilih salah satu resep di bawah ini ):
Ramuan Obat Tradisional diabetes 1 :
1 butir biji avokad dikeringkan setelah itu dijadikan bubuk. 5 gram bubuk avokad diseduh dengan 200 cc air.
Pemakaian : Minum ramuan 2 kali sehari
Ramuan Obat Tradisional diabetes 2 :
4 biji rambutan disangrai hingga kering kemudian ditumbuk halus. Setelah itu, bubuk biji rambutan direbus dengan air secukupnya.
Pemakaian : Minum selagi hangat, Konsumsi 2 kali sehari
Ramuan obat tradisional diabetes 3 :
2-3 sendok makan bubuk kedelai diseduh dengan air secukupnya, kemudian diminum.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari
Ramuan  obat tradisioanl diabetes 4 :
30 gram rambut jagung dan 100 gram batang kangkung direbus dengan air secukupnya.
Pemakaian : Minum selagi hangat , Konsumsi 2 kali sehari
Ramuan 5 :
100 gram labu parang/labu kuning dan 100 gram labu bligo/labu tangkua ditim, kemudian dimakan.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari
Ramuan obat tradisional diabetes 6 :
10 lembar daul salam dan 30 gram daun ceplukan direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari
Ramuan obat tradisional diabetes 7 :
60 gram labu parang (labu kuning) dan 1 buah pare diiris-iris menurut selera lalu dimasak dengan cara ditumis atau masakan lain sesuai selera, kemudian dimakan.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari
Ramuan obat tradisional diabetes 8 :
2 buah apel , 1 buah avokad, 60 gram labu parang (labu kuning), dan 50 gram nanas dijus kemudian diminum.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari
Ramuan obat tradisional diabetes 9
Cuci bersih dan Rajang 4 gram umbi bawang merah, 15 gram buah buncis, 10 helai daun salam. Haluskan bahan, lalu campurkan dengan 120 ml air matang. Peras.
Pemakaian : Minum 1 kali sehari sebanyak 100 ml. Lakukan selama 14 hari.
Ramuan obat tradisioanal diabetes 10
Cuci bersih 1/3 genggam dau sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 21 lembar mimba, dan 6 cm batang brotowali. Potong-potong bahan, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas.
Pemakaian : Minum setelah makan, sehari 2 kali, masing-masing 1 gelas.
Ramuan obat tradisioanal diabetes 11
Rebus 12 lembar daun kacapiring dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.
Pemakaian : Minum sekaligus. Lakukan setiap hari.
Ramuan obat tradisioanal diabetes 12
Belah 1 buah jambu biji setengah matang menjadi 4 bagian, lalu rebus dengan 1 liter air sampai mendidih. Angkat dan setelah dingin disaring.
Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.
Ramuan obat tradisioanal diabetes 13
Cuci bersih Tanaman ciplukan yang sudah berbuah dan dicabut beserta akarnya. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Minum sekaligus, 1 kali sehari.
Ramuan  obat tradisioanal diabetes 14
Rebus 2 potong kulit batang jambu monyet dan adas pulawaras secukupnya dengan 2 liter air sampai mendidih. Setelah dingin, saring.
Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Tepung Umbi Suweg untuk Terapi Diet Penderita Diabetes

Hasil penelitian Ir Didah Nur Faridah, MSc, staf pengajar Departemen Ilmu dan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), menunjukkan tepung umbi suweg baik untuk terapi diet penderita diabetes melitus atau kencing manis karena Indeks Glikemik (IG) rendah.

”Umbi suweg termasuk dalam bahan pangan yang memiliki nilai Indeks Glisemik rendah,” kata Faridah kepadapustakatani(dot)org tanggal 10 Mei 2006. Berdasarkan penelitian Faridah, nilai IG tepung umbi suweg 42. Pangan dengan nilai IG di bawah 55 bisa menekan peningkatan kadar gula darah.
Umbi suweg yang nama ilmiahnya Amorphophallus campanulatus B, mengandung serat pangan dan protein yang cukup tinggi yaitu berturut-turut 13,71 persen dan 7,20 persen dengan kadar lemak yang rendah sebesar 0,28 persen.
Proses pembuatan tepung dari umbi suweg juga mudah. Umbi, yang sudah dicabut, dibersihkan dari kotoran dan tanah. Kemudian umbi yang sudah bersih dikupas dan dicuci dengan air bersih. Setelah cukup bersih, umbi diiris tipis-tipis dan dikeringkan di dalam oven dengan suhu 50 derajat celsius selama 18 jam. Akhirnya keripik umbi yang sudah kering diblender dan diayak untuk mendapatkan tepung halus ukuran 60 mesh.

10 Tanaman Ajaib Penurun Kadar Gula Darah

1. Gymnema Sylvestre
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 200 – 250 miligram per hari
Nama Hindi tumbuhan ini berarti ‘penghancur gula’, dan tanaman ini dikatakan memiliki kemampuan untuk menurunkan kemampuan mendeteksi rasa manis. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman paling kuat untuk mengendalikan gula darah. Kemungkinan besar, cara kerjanya adalah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang membantu sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau dengan merangsang produksi insulin. Walaupun belum ada penelitian intensif, tapi belum ditemukan adanya efek samping serius untuk penggunaan tanaman ini.
2. Pare
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 50 – 100 mililiter (3-6 sdm) jus per hari
Pare yang pahit ini dianggap mampu membantu sel menggunakan glukosa secara lebih efektif dan meredam penyerapan gula di dalam usus. Para peneliti di Filipina yang meneliti konsumsi pare kepada pria dan wanita dalam bentuk kapsul selama 3 bulan menemukan adanya penurunan gula darah, walaupun sedikit, tetapi konstan. Permasalahan yang muncul adalah masalah pencernaan, tapi tidak jelas apa.
3. Magnesium
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 250 – 350 miligram per hari
Kekurangan magnesium tidak jarang ditemui sebagai salah satu penyebab diabetes, bahkan gejala ini memperburuk kondisi gula darah dan resistansi insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat memperbaiki fungsi insulin dan menurunkan gula darah. Coba konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi insulin.

4. Prickly Pear Cactus (Daging buah kaktus)
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: jika dikonsumsi sebagai makanan, 150 gram rebusan kaktus per hari.
Buah matang dari kaktus ini mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Bentuk yang bisa ditemui adalah dalam bentuk buah, atau jus, atau bubuk. Para peneliti menemukan bahwa buah ini menurunkan kadar gula darah karena adanya komponen yang mirip dengan insulin. Buah ini juga tinggi kadar seratnya.
5. Gamma-Linolenic Acid (Asam Linoleat Gamma)
Fungsi utama: Mengurangi sakit saraf
Dosis umum: 270 – 540 milligrams sekali per hari
Asam Linoleat Gamma, atau GLA adalah asam lemak yang ditemukan dalam minyak bunga evening primrose. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes adalah orang yang memiliki level GLA rendah dalam darah, dan penelitian menunjukkan bahwa suplemen ini dapat menurunkan, bahkan mencegah sakit di saraf yang muncul akibat diabetes
6. Chromium (Krom)
Fungsi utama: Menurunkan kadar gula
Dosis umum: 200 mikrogram per hari.
Mineral ini dianggap mampu meningkatkan kinerja insulin dan terlibat juga dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa penelituan menunjukkan bahwa mineral ini membantu menurunkan gula darah, tapi hanya untuk mereka yang memang kekurangan krom.
7. Bilberry
Fungsi utama: Melindungi mata dan syaraf
Dosis umum: 80-120 miligram standar billberry extract per hari.
Saudara blueberry ini memiliki antioksidan kuat dalam buah dan daunnya. Antioksidan yang dinamai antosianidin ini, membantu mencegah kerusakan sel darah kecil yang dapat merusak saraf dan retina mata. Penelitian terhadap hewan menunjukkan adanya penurunan gula darah juga akibat konsumsi buah

8. Alpha-Lipoic Acid (Asam Alpha Lopoic)
Fungsi utama: Mengurangi rasa sakit syaraf, dan menurunkan kadar gula darah
Dosis umum: 600-800 miligram per hari.
Disingkat ALA, bahan yang mirip vitamin ini menetralkan berbagai radikal bebas. Pembentukan radikal bebas adalah salah satu faktor peningkatan gula darah, dapat membuat kerusakan saraf dan berbagai masalah lain. ALA jg mampu membantu sel otot untuk menyerap gula darah. Di salah satu penelitian di Jerman, sekelompok peneliti memerika 40 orang dewasa yang mengkonsumsi ALA dan placebo. Di akhir studi selama 4 minggu, ditemukan bahwa ALA meningkatkan sensitifitas insulin sebanyak 27 persen.
9. Fenugreek
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 5 sampai 30 gram setuap makan, atau 15 sampai 90 gr per hari.
Biji-bijian yang digunakan sebagai bumbu masakan India ini mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, menurut beberapa penelitian. Efek ini mungkin timbul karena tingginya kadar serat. Bijinya jg mengandung asam amino yang meningkatkan produksi insulin. Di salah satu penelitian terhadap fenugreek, 60 orang yang mengkonsumsi 25 gr bumbu ini menunjukkan peningkatan yang baik terhadap pengendalian gula darah.
10. Ginseng
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 1-3 gram per hari dalam bentuk kapsul atau tablet, 3-5 mililiter dalam bentuk tincture 3kali sehari.
Dikenal karena kemampuannya yang mendorong sistem kekebalan tubuh, ginseng ini memiliki beberapa hasil positif mengenai diabetes. Para peneliti menemukan bahwa ginseng memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan kemampuan sel dalam menyerap glukosa, dan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Ditemukan juga di Toronto dalam suatu penelitian, bahwa ginseng mampu menurunkan kadar gula sampai 15-20 persen. Tak ada salahnya Anda mencoba suplemen alami tersebut, tapi ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya. Jika tidak ada perubahan setelah satu atau dua bulan, hentikan dan jangan buang-bunga lagi uang Anda. Salam sehat!

Sirih Merah Menurunkan Glukosa Darah

Sirih merah atau bahasa Latinnya Piper crocatum, kini hadir tidak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga tanaman obat tradisional penderita kencing manis (diabetes mellitus – DM).
Masyarakat Sleman, Yogyakarta khususnya, telah memanfaatkan khasiat daun sirih merah ini turun temurun. Secara empiris, selain kencing manis, daun sirih merah sering dimanfaatkan sebagai obat alternatif ambeien, peradangan, kanker, asam urat, hipertensi (darah tingi), hepatitis, kelelahan dan maag.

Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun sirih merah yakni alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Menurut Ivorra, M.D dalam buku “A Review of Natural Product and Plants as Potensial Antidiabetic,” senyawa
aktif alkoloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Hara (1993) menyatakan senyawa tanin dan saponin dapat dipakai sebagai antimikroba (bakteri dan virus).
Ciri khas tanaman tropis ini,berbatang bulat hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukaan daun mengkilap dan tidak merata. Seperti sirih hijau, tanaman sirih merah juga tumbuh merambat di pagar atau pohon. Daunnya berasa pahit getar, namun beraroma lebih wangi dibanding sirih hijau. Bila disobek, daun sirih merah akan berlendir.
Tanaman sirih merah menyukai tempat teduh, berhawa sejuk dan sinar matahari 60-75 persen. Tanaman sirih merah tumbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Bila tumbuh pada daerah panas, sinar matahari langsung, batangnya cepat mengering. Selain itu, warna merah daunnya akan pudar. Padahal kemungkinan khasiatnya terletak pada senyawa kimia yang terkandung dalam warna merah daunnya.

Aman dikonsumsi

Peneliti muda dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mega Safithri dan Farah Fahma telah meneliti toksisitas ekstrak air daun merah dan kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus.
Pembuatan ekstrak daun sirih merah sangatlah mudah.
Sebanyak 200 gram daun sirih merah direbus bersama 1 liter air sampai volumenya tinggal 100 mililiter. Perbandingan berat daun sirih merah dengan volume ekstrak rebusan yang diminum adalah 200 gram : 100 mililiter atau 2 : 1.
Untuk mengetahui tingkat keamanan dan efek samping daun yang bersifat antiseptik ini, Mega melakukan uji toksisitas. Ekstrak dengan konsentrasi 0, 5, 10, 20 gram per kilogram bobot badan diberikan secara oral pada masing-masing enam ekor tikus Sparague dawley. Setelah tujuh hari pencekokan, bobot tubuh ke-24 tikus tersebut bertambah dan sehat wal-alfiat. Berarti, pemberian ekstrak hingga dosis 20 gram per kilogram berat badan aman dan tidak bersifat toksik (beracun).
Dosis tepat sebagai obat diabetes militus, bisa ditentukan melalui uji antihiperglikemik pada enam kelompok tikus. Masing-masing kelompok terdiri dari empat ekor tikus. Kelompok A terdiri tikus yang mendapat induksi NaCl 0,9 persen berat per volume dan cekok akuades. Kelompok B berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan cekok akuades.
Dalam percobaan, tikus disengaja agar menderita penyakit diabetes millitus, dengan pemberian aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan.
Kelompok C berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan cekok obat antidiabetes komersial Daonil 3,22 miligram per kilogram. Kelompok D, E, F berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan berturut-turut cekok ekstrak daun sirih merah 100 x dosis Daonil, 1.000 x dosis Daonil, dan 20 gram per kilogram berat badan.
Perlakuan tersebut berlangsung selama 10 hari. Hasilnya, kadar glukosa darah kelompok tikus E dan F menunjukkan tidak berbeda nyata atau sama dengan kelompok tikus normal. Ekstrak daun sirih merah dosis 20 gram per kilogram berat badan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34, 3 persen. Lebih tinggi penurunnya dibanding pemberian obat anti diabetes militus komesial Daonil 3,22 miligram per kilogram yang hanya menurunkan 27 persen glukosa darah tikus.
Hasil penelitian ini bisa diaplikasikan pada manusia penderita diabetes. Dosisnya ialah berat badan penderita dikalikan dengan 20 gram per kilogram berat badan. Jika berat badan penderita dikalikan degan 20 miligram per kilogram berat badan. Jika berat badan penderita 50 kilogram, ia membutuhkan 1 kilogram daun sirih merah segar atau 500 ml ekstrak air rebusan. Ektrak ini bisa diminum dua kali sehari setiap pagi dan sore sebanyak 250 ml. Namun demikina uji klinis pada penderita kencing manis belum pernah dilakukan.

Obat Diabetes dari Labu Parang Temuan Mahasiswa UGM

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Rijki, berhasil menemukan kandungan labu parang yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit Diabetes Mellitus (DM) tipe 2. Penemuannya itu membuat Rijki memperoleh penghargaan Alltech Young Scientist Award.
Labu parang mengandung senyawa saponin dan flavanoid, yang keduanya berkhasiat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki sel beta pancreas untuk menghasilkan insulin kembali.

“Bahan-bahan ini terkandung dalam labu parang,” uangkap Rijki kepada wartawan seusai acara penyerahan penghargaan di FKH UGM di Yogyakarta, Jumat (8/7/2011).

Berdasarkan hasil penelitiannya ungkap Rijki, kandungan saponin secara signifikan mampu menurunkan glukosa darah. Meski percobaan ini baru dilakukan pada tikus, namun dia melihat hasil yang cukup menggembirakan. “Hasil pengukurannya, semakin tinggi dosis saponin maka akan secara signifikan menurunkan kadar glukosa,” katanya.
Dia mengatakan untuk mengobati penyakit diabetes pada manusia, diperlukan 400-800 gram labu parang yang telah diekstraksi untuk dikonsumsi tiap hari. Namun bila itu terlalu repot, dia menyarankan labu parang bisa dikonsumsi secara langsung dengan cara haluskan dengan diblender. “Saponin larut dalam air, jika dimasak, kadar saponin akan berkurang,” katanya.
Menurut dia, ide awal menggunakan labu parang ini muncul saat dirinya pulang ke rumahnya di Desa Caringin, Sukabumi, Jawa Barat. Dia melihat banyak petani yang budidaya labu parang.
Saat itu, Rijki mencoba menggali informasi tentang khasiat labu ini melalui internet. Setelah itu, dia mencoba melakukan penelitian lebih lanjut dengan menguji di laboratorium. Dia menggunakan tikus sebagai sebagai kelinci percobaan.
“Hasil penelitian awal ini memang signifikan. Hanya saja di desa saya, sudah tidak banyak petani yang menanam labu parang lagi. Semoga dengan temuan ini produksi labu parang semakin bertambah,” katanya.
Karena prestasinya itu, Rijki memperoleh medali dan piagam dari PT. Alltech Biotechnology Indonesia, yang diserahkan langsung oleh diserahkan langsung General Manager Drh, Isra Noor. Turut hadir dalam acara penyerahan penghargaan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni FKH UGM drh. Setyo Budhi, MP.
GM PT Alltech Biotechnology Indonesia, Isra Noor, mengatakan Rijki merupakan satu-satunya mahasiswa dari jurusan Kedokteran Hewan yang berhasil meraih penghargaan ini. “Tahun ini banyak dari jurusan peternakan dan mahasiswa pascasarjana,” katanya.

Jus sebagai Penyembuh

Sebagaimana diketahui bahwa para ahli telah sepakat bahwa penyebab nomor satu dari sebagian besar penyakit adalah kurangnya vitamin dan mineral tertentu dalam tubuh. Padahal vitamin dan mineral ini begitu melimpah ruah dalam buah dan sayuran segar disekeliling kita. Tetapi sebagian besar dari kita sangat sulit untuk makan buah dan sayuran sebanyak yang kita perlukan. Jika anda sanggup atau punya waktu untuk mengunyah sekantung wortel atau sekantung bayam sehari, maka artikel ini bukan untuk anda.
Normal Walker (1886 – 1985), penulisa Fresh Vegetable and Fruit Juice, dapat mencapai umur  hampir 100 tahun dengan mempraktekan apa yang diajarkannya: “Kekurangan elemen tertentu, seperti vitamin organik, dari diet kita adalah penyebab utama hampir setiap penyakit”, demikian disebutkan dalam salah satu tulisannya.


Semua sel dalam tubuh tergantung pada nutrisi yang tepat. Tanpa nutrisi ini, sel-sel tersebut tidak dapat berfungsi. Untuk mempertahankan sel-sel tersebut, makanan yang dimakan harus dicerna dengan baik.
Untuk mendapatkan manfaat terbesar dari sayuran dan buah-buahan, makanlah yang masih segar. Makanan yang segar itu memungkinkan enzim bekerja dengan kekuatan penuh , sehingga memberikan dorongan langsung bagi sistem metabolisme tubuh.
Mengapa harus Jus ?
Masyarakat ilmu pengetahuan belum mengetahui berapa banyak vitamin dan mineral yang kita perlukan untuk menjadi sehat. Tetapi para ahli sependapat bahwa terdapat mikor-nutrien yang fungsinya masih misteriius. Substansi-substansi tersebut ditemukan dalam jumlah kecil di semua makanan segar.
Sebagai contoh, para ahli telah mengetahu manfaat wortel, yang mengandung beta-karoten dan vitamin A dalam jumlah besar. Para ilmuwan telah berhasil mengekstrak bahan-bahan ajaib ini menjadi pil-pil yang siap telan, yang menurut mereka dapat mempertahankan kesehatan jantung dan mencegah kanker.
Tetapi wortel memiliki manfaat lain selain dari beta-karoten dan vitamin A. Terdapat substansi lain yang dinamakan karotenoid, yang tidak Anda temukan di dalam pil vitamin. Anda hanya dapat menemukannya dari wortel segar.
Namun kebanyakan dari kita sangat malas makan buah atau sayuran segar secara langsung, karena diperlukan waktu yang jauh lebih panjang untuk mencerna buah dan sayuran utuh. Jus secara cepat dan efesien diserap oleh tubuh –kadang-kadang dalam beberapa menit setelah dikonsumsi.
Begitu banyak khasiat dan manfaat berbagai jenis buah dan sayuran segar dan masing-masing memiliki sifat penyembuhannya yang berbeda. Vitamin, mineral, protein, lipid dan karbohidrat yang ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda, bekerja pada organ dan penyakit tertentu.
Sebagai contoh, jus apel dengan dagingnya membantu mengurangi kristal asam yang menumpuk di sendi-sendi– jadi menghilangkan nyeri artritis. Adas menghilangkan heartburn dan jus semangka dapat menyembuhkan kolik.
Manfaat lain, jus membantu menurunkan berat badan dan mempertahankan penurunan berat badan itu. Jus tomat dapat menghilangkan kecanduan akan junk food, dan jus buah yang manis menghilangkan kecanduan akan kuke , cookies, dan permen.
Selain itu buah dan sayuran segar memiliki kandungan serat yang tinggi, yang dalam istilah nutrisi dinamakan “roughage“. Fungsinya yang paling penting di saluran penceraan adalah mendorong pergerakan bahan makanan melaui usus. Serat larut dapat mengikat kolestrol di dalam saluran cerna sehingga tidak terserap oleh tubuh. Serat larut ini membersihkan usus.
Namun karena “juicer” menyaring sebagian besar serat, sehingga hanya menghasilakan cairan saja maka untuk mendapatkan khasit penuh dari sayuran atau buah tersebut, ambillah sebagian besar serat tersebut dan kembalikan ke minuman anda. Atau gunakan sebagai campuran untuk memasak kue atau makanan lainnya. Gunakan untuk menjadikan roti atau kur yang kaya serat dan lezat.

Asam Borak untuk Mengobati Infeksi Jamur pada Penderita Diabetes

Baru-baru ini jurnal kedokteran Diabetes Care memuat sebuah penelitian yang menyatakan bahwa supositoria vaginal asam borak dapat mengobati infeksi jamur pada wanita penderita diabetes.

Dr. Ravinder Goswami dari All India Institute of Medical Science di New Delhi menyatakan bahwa infeksi jamur vaginal pada wanita penderita diabetes sering disebabkan oleh sejenis jamur yang dikenal sebagai Candida glabrata yang kurang memberikan respon terhadap obat-obatan anti jamur oral.

Untuk mendapatkan obat yang lebih baik, para ilmuan dari institut tersebut secara acak memberikan salah satu dari dua jenis obat kepada 111 wanita penderita diabetes yang mengalami infeksi jamur vaginal. Obat yang diberikan tersebut adalah fluconazole dosis tunggal atau supositoria vaginal asam borak setiap hari selama 14 hari.
Tim peneliti menemukan bahwa hampir dua per tiga wanita penderita diabetes yang berperan serta dalam penelitian mereka juga menderita infeksi Candida glabrata. Pada kelompok yang mengalami infeksi jamur vaginal tersebut angka kesembuhan yang ditunjukkan oleh kelompok terapi supositoria vaginal asam borak adalah 64 persen sedangkan wanita yang mendapatkan terapi fluconazole hanya menunjukkan angka kesembuhan 29 persen.
Sebagai kesimpulan, para peneliti dari India tersebut menyatakan bahwa terapi supositoria vaginal asam borak harus dipertimbangkan sebagai terapi unggulan dalam mengobati infeksi jamur vaginal pada penderita diabetes.

Kayu Manis Turunkan Gula Darah

Aroma wangi dari kulit kayu manis (Cassiavera) membuat tanaman rempah ini menjadi primadona sebagai penyedap kue dan minuman. Beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan berhasil mengungkap khasiat lain dari kayu manis, yakni menurunkan kadar gula darah.
Kayu manis atau cinnamon memiliki kandungan berbagai senyawa kimia, yaitu minyak atsiri eugenol, safrole, juga kandungan sinamaldehyde, tanin, kalsium oksalat, damar, dan penyamak.

Menurut Dr dr Amarullah Siregar, kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. “Kayu manis mengandung senyawa kimia yang disebut PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin,” ujarnya.

Selanjutnya insulin akan membuka pintu sel darah merah sehingga gula bisa masuk dan diubah menjadi energi. Penderita diabetes tipe sensitivitas tubuh terhadap insulin berkurang sehingga kadar gula darah tetap tinggi karena tidak bisa masuk ke dalam sel.
Senyawa PTP1B juga akan bekerja di sel alfa yang berfungsi membantu hati menghasilkan glikogen. “Sel ini mengubah gula menjadi glikogen atau cadangan energi,” kata Amarullah, pakar pengobatan naturopati.
Ia menambahkan, berbeda dengan obat-obat diabetes langsung menurunkan gula darah, obat herbal seperti kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. “Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya merupakan pankreas yang bermasalah. Karena itu, fungsi pankreas harus diperbaiki,” katanya.

Obat Kolesterol Dapat Cegah Kerusakan Saraf Akibat Diabetes

Sebuah bukti baru memperlihatkan bahwa dua obat yang sama-sama untuk mengurangi tingkat kolesterol yang menyumbat pembuluh darah, dapat mencegah kerusakan saraf yang diakibatkan oleh diabetes, kata beberapa peneliti Australia, Jumat.

Para peneliti itu mengatakan, studi selama delapan tahun mengenai statin dan fibrate, dua jenis obat untuk kolesterol, secara mencolok mengurangi risiko pengembangan neuropathy diabetes seputar panca indera.

Neuropathy diabetes adalah suatu kondisi yang mempengaruhi separuh penderita diabetes dan dapat mengakibatkan rasa panas atau perih, gatal, nyeri, mati rasa atau lemah di tangan dan kaki serta penyebab utama amputasi.
“Dampak global neuropathy diabetes ialah terjadi amputasi sekitar setiap 50 detik,” kata Dr Aaron Vinik, Direktur Streliz Diabetes Center di Eastern Virginia Medical School, dalam pertemuan ilmiah American Diabetes Association di Chicago.
“Itu secara mencolok berdampak pada kualitas hidup manusia,” kata Vinik, dalam suatu taklimat.
Statin, obat yang paling banyak dijual di dunia, mengurangi tingkat LDL, atau kolesterol “jahat”, sehingga mengurangi risiko serangan jantung atau stroke (penyumbatan pembuluh darah).
Fibrate adalah obat yang telah terbukti menaikkan tingkat HDL, atau kolesterol “baik”, dan mengurangi triglyceride, suatu bentuk lemak yang diperolah dari makanan.
Kedua obat tersebut sudah sangat disarankan bagi penderita diabetes tipe 2 untuk membantu mencegah serangan jantung. Sekarang obat itu tampaknya membantu jenis kerusakan syaraf itu, kata Dr Timothy Davis, dari University of Western Australia, yang memimpin studi tersebut.
Davis dan rekannya menelusuri sekelompok 400 penderita diabetes selama lima tahun. Semua peserta studi itu menderita diabetes tipe 2, yang melibatkan daya tahan terhadap insulin–ketidakmampuan tubuh untuk secara layak memanfaatkan insulinnya sendiri.
Apa yang mereka temukan ialah obat statin mengurangi resiko pengembangan reuropathy periferal sebesar 35 persen, dan fibrate mengurangi resiko tersebut sampai 48 persen.
Karena terdapat margin kesalahan yang lebar dan tumpang-tindih, para peneliti itu mengatakan dampaknya kurang-lebih sama bagi kedua jenis obat tersebut.
Pasien dalam studi tersebut diberikan atorvastatin buatan Pfizer, yang dijual dengan nama Lipitor, atau statin generik, pravastatin dan simvastatin. Obat Fibrate meliputi gemfibrozil dan fenofibrate.
“Kami percaya manfaat ini adalah dampak golongan obat tersebut,” kata Davis.
Mengingat kebanyakan penderita diabetes sudah mengkonsumsi statin untuk mencegah komplikasi jantung, ia mengatakan masalah neurophaty tampaknya akan mulai meningkat bagi banyak penderita diabetes sewaktu mereka melanjutkan terapi statin.
Hampir 21 juta orang Amerika menderita diabtes, yang dapat mengakibatkan serangan jantung, kebutaan, sakit ginjal, kerusakan syaraf dan amputasi, demikian ditulis Reuters.

Pengobatan DM dengan Terapi Lintah

Diabetes Mellitus sulit dikenali gejalanya sehingga banyak penderita yang baru berobat setelah mengalami komplikasi penyakit yang parah. Karena itu penanganannya perlu dilakukan pada upaya intervensi dini untuk mencegah progressivitas penyakit sebelum menjadi Diabetes Mellitus tipe dua.
Setiap tahun lebih dari tiga juta orang di seluruh dunia meninggal sebagai akibat dari komplikasi Diabetes Mellitus atau dengan kata lain terjadi satu kematian setiap tiga detik. Diet serta olahraga yang teratur dapat mengurani secara drastis kemungkinan seseorang dengan toleransi glukosa terganggu karena diabetes.

Orang-orang dengan pra-diabetes dapat berkembang menjadi Diabetes Mellitus tipe dua dalam waktu sepuluh tahun, kecuali mereka dapat mengurangi tujuh persen berat badan melalui modifikasi gaya hidup intensif.
Pra-diabetes merupakan kondisi dimana kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk diagnosa sebagai diabetes. Ciri-cirinya ada gangguan kadar gula darah yang diukur dengan adanya toleransi gula darah terganggu (TGT) atau gula darah puasa terganggu (GDPT).
Therapy efektif bisa dilakukan dengan lintah, untuk mengobati Diabetes Mellitus (kering) lintah-lintah tersebut ditempelkan pada bagian yang ba’al, mati rasa, kesemutan, kaku, sakit disekitar kaki maupun tangan. Gangguan seperti sering buang air kecil pada malam hari, tidak bisa buang air besar setiap hari, perut kembung dan gangguan disfungsi ereksi bisa disembuhkan dengan Therapy Lintah & Herbal yang teratur.
Diabetes Mellitus (basah) radang, bengkak, luka yang tidak bisa sembuh, busuk, sudah mati rasa disekitar lubang luka, tanpa perlu diamputasi dengan therapy lintah dan ramuan herbal, Diabetes Mellitus (basah) bisa disembuhkan secara total.
Terapi alternatif dengan Lintah (Hirudo Medicinalis) telah digunakan sejak abad ke 18, namun sejak berkembangnya dunia medis kedokteran di abad 19, perlahan terapi lintah mulai dilupakan orang.
Terapi ini kembali digunakan pada awal 1990 dimana dalam sebuah riset medis dengan Terapi lintah berhasil membuktikan bahwa terapi ini dapat menyembuhkan Tumor tanpa kemoterapi dan pembedahan.
Riset yang dilakukan di Eropa juga membuktikan bahwa terapi lintah yang dilakukan dengan pengobatan medis (obat2an) atau Herbal dapat meningkatkan efektifitas obat.
Hingga saat ini tidak ditemukan adanya efek samping sebagai akibat terapi hirudo medicinalis.

Undur-undur sebagai Obat Diabetes

Obat Diabetes

obat diabetes undur undur
Obat diabetes yang akan kita bahas kali ini adalah Undur-undur. sejak ramai dipublikasikan di berbagai media, undur-undur yang bernama latin Myrmeleon sp ini kian ngetop sebagai obat alternatif diabetes melitus. Disamping khasiatnya, harganya juga terbilang cukup murah. Kepopulerannya juga terbukti dari semakin banyaknya kalangan pebisnis yang membudidayakan dan menjual serangga yang berjalan mundur ini.

Selain tripang emas, undur-undur juga bisa digunakan sebagai obat alternatif mengatasi diabetes. Binatang kecil biasa dijumpai di sekitar rumah berhalaman pasir itu ampuh menurunkan gula darah.
Dalam bahasa mandarin hewan ini bernama di-gu-niu dan dalam bahasa Inggris disebut Antlion. Hewan yang biasa berjalan mundur ini dari beberapa kesaksian beberapa orang disebut-sebut dapat menurunkan kadar gula penderita diabetes dan berkhasiat untuk beberapa penyakit lain seperti stroke berat. Ilmu pengobatan Cina pun hingga saat ini masih menggunakannya.

Undur-undur adalah kelompok binatang holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan dari daur serangga yang mengalami metamorfosis sempurna adalah telur, larva, pupa, dan imago. Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan. Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, binatang ini merupakan ordo Neuroptera Ordo Neuroptera adalah serangga bersayap jala.
Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contoh: undur-undur, metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva, pupa (kepompong), imago).
Pengobatan dengan undur-undur ini pun mengggunakan cara unik. Undur-undur yang masih hidup dimasukkan ke dalam kapsul dan ditelan layaknya obat. Warga yang mengonsumsinya pun mempercayai khasiat pengobatan ini. Namun dari kaca mata medis, kepercayaan sebagian masyarakat tentang undur-undur sebagai obat diabetes belum bisa dibuktikan. Sebab itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Aru W. Sudoyo, pihaknya tak berani merekomendasikan undur-undur sebagai obat diabetes.

Berdasarkan penelitian diketuai Tyas Kurniasih dari Universitas Gadjah Mada Jogjakarta berjudul Kajian Potensi Undur-Undur Darat (Myrmeleon sp) 2006, binatang ini mengandung zat sulfonylurea.
Kerja sulfonylurea pada undur-undur adalah melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin. Karena, ketika insulin dalam tubuh manusia menurun sementara kadar glukosa darah meningkat, maka terjadi ketidakseimbangan. Di mana insulin sebagai penghasil energi tubuh terus berkurang. Akibatnya, tubuh mudah terserang penyakit.

Kesaksian Penderita DM
Salah satu kesaksian penderita kencing manis yang sudah mencoba undur undur ini disampaikan dalam sebuah milist. Kutipan emailnya sebagai berikut:

—– Original Message —–
From: nurdin
To: dokter_umum@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, July 17, 2007 8:42 AM
Subject: [Dokter Umum] Undur-undur
Assalamu`alaikum

Untuk berbagi pengalaman.
Yth. Para Dokter.
Ibu saya memderita Diabetes type2 (rata-rata 120 puasa, 160 dua jam setelah makan), Hipertensi (rata-rata 150/80, pernah stroke 200/100). Asam Urat (rata-rata 8), Kolesterol (rata-rata 280).
Sudah 1.5 tahun lebih mengkonsumsi obat-obatan, dengan rutinitas ke dokter setiap 1 bulan.Tadinya saya tidak begitu percaya terhadap mitos hewan undur-undur yang dikonsumsi hidup2 dpt menurunkan/meringankan segala kelainan penyakit tersebut diatas, lewat referensi 3 orang dan mencarinya diinformasi internet, saya pun tertarik untuk mencobanya kepada ibu saya.

Obat rutin diminum sesuai anjuran dokter. Undur-undur dimasukan kekapsul kosong sejumlah 5 hewan setelah makan siang.
Entah bagaimana ceritanya/kemampuan hewan undur-undur di dalam tubuh, Tes darah bulan ini menunjukan semuanya dalam keadaan sangat NORMAL. Baik gula darah, asam urat dan kolesterol (hipertensi dalam taraf wajar rata-rata 140/75) .Saya mempunyai alat ukur diabetes dan tensimeter. Awalnya pada minggu pertama s/d ketiga, perubahan tidak mencolok. Entah ketika tes laboratorium Rumah Sakit semuanya menunjukan batas normal hingga Dokter yang rutin memerksa mengucapkan selamat.

Rutinitas mengkonsumsi Hewan Undur-undur ini masih dilakukan.
“saya sangat berharap terhadap para Dokter yang mempunyai jiwa peneliti, untuk dapat meneliti kandungan hewan ini. Dan cara kerjanya ditubuh manusia”.
Atau ada diantara para mailis yang mempunyai pengalaman yg sama?
Terima kasih.

Pebisnis Undur undur
Suganda, misalnya. Lelaki warga Desa Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, itu bahkan telah membudidayakan undur-undur sejak sepuluh tahun silam. Hewan yang biasa hidup di pasir kering dan berjalan mundur ini digunakan sebagai obat bagi penyakit diabetes dan penambah stamina. Menurut Suganda, khasiat undur-undur diketahuinya dari orang tua dan ahli pengobatan Cina.
Penjualan undurundur secara online juga suduh mulai ramai, bapak Okman misalnya menawarkan undurundur seharga Rp.1000/ekor. Hanya saja pembelian harus dalam satu paket minimal 100 ekor plus bonus 25 ekor. Hebatnya dia punya motto kirim dulu baru bayar. Ada lagi bapak Bonie seorang pengepul undur undur di daerah Bogor, menawarkannya dengan harga yang sama dan untuk wilayah JABODETABEK dapat mengantarkannya pada hari yang sama. Namun demikian, dari sisi medis pengobatan diabetes ditekankan pada tiga hal. Yaitu, pola makan, olahraga, dan terapi obat. Namun bila penderita diabetes bisa mengatur pola makan dan olahraga yang baik, terapi obat bukan lagi hal penting.

itulah obat diabetes undur-undur, mudah-mudahan bisa menjadi referensi bagi anda.





Pengobatan Diabetes (part 2)

Obat Herbal Diabetes : Daging Bajing

  1. Daging Bajing. Bagi orang yang menderita kencing manis, dapat mempergunakan daging bajing (tupai). Seekor daging tupai dikuliti, lalu dibelah menjadi empat potong. Rendamlah daging bajing itu dalam air asam gulungan (asam jawa), seperti akan menggoreng ikan. Tapi kalau menggoreng bajing dagingnya tidak diberi garam. Hanya asam gulungan yang diberi air secukupnya. Biarkan daging bajing direndam 1 jam lamanya di air asam gulungan tersebut, baru kemudian digoreng.
    bajing untuk diabetes
    Bajing
Makanlah daging bajing tersebut selama 1 bulan, pasti kencing manis yang paling parah sekalipun akan sembuh. Jadi dibutuhkan 30 ekor bajing. Dengan pengobatan ini, kencing manis yang sudah parah pun tidak akan meninggalkan sisa, tidak akan kambuh lagi. silakan mencoba !

Pengobatan Diabetes

Obat Herbal Diabetes

Banyak sekali yang sudah menggunakan produk atau obat herbal demi mengatasi masalah penyakit ataupun untuk menjaga stamina. Berikut ini adalah obat herbal yang bisa dicoba walaupun penulis sendiri terinspirasi dari buku yang ditulis oleh seseorang :
  1. Petai Cina. Petai cina adalah petai yang pipih dan lebih kecil dari petai yang biasa kita sayur atau lalap. Dan petai cina inilah yang dapat dipergunakan sebagai obat yang paling mujarab buat penderita diabetes.
 Caranya :
Ambillah beberapa batang petai cina yang sudah tua dan sudah kering di pohon. Kupas kulitnya dan keluarkan biji-biji petai cina tersebut.
Sediakan wajan, sangrai (goreng tidak pakai minyak) biji-biji petai cina tersebut sampai matang. lalu tumbuklah sampai halus, seperti bubuk kopi.
Cara menggunakannya :
Dapat dimakan begitu saja satu sendok rata seperti makan obat, didorong kemudian oleh air yang kita minum. Tetapi bisa juga satu sendok bubuk biji petai cina diseduh dalam cangkir dan minumlah hangat-hangat bersama ampasnya. Lakukanlah dua kali dalam sehari, yakni pagi dan malam hari. Jika kita memakai bubuk petai cina ini secara teratur tiap hari, maka membuat kita sembuh dan terhindar dari "positif diabetes".

Bubuk petai cina yang telah disangrai ini pun bisa dipergunakan sebagai pencegahan diabetes. Mereka yang Memiliki gejala-gejala akan terkena diabetes, dapat mempergunakannya segera dengan cara yang sama seperti tadi, yaitu dua kali setiap hari meminum 1 sendok bubuk petai cina yang telah disangrai. Dengan izin Tuhan Anda akan sembuh...

Bersambung ke 2. Daging Bajing