Mencegah dan menunda diabetes melitus tipe 2

Mencegah dan menunda diabetes melitus tipe 2 bisa dilakukan dengan cara - cara sebagai berikut. Pertama, Jaga berat badan dalam kondisi berat badan yang ideal. Orang yang terlalu gemuk akan mudah terkena penyakit khususnya penyakit diabetes melitus ini. Jika anda merasa mempunyai berat badan yang terlalu gemuk cobalah untuk menurunkan sampai pada batas normal, anda bisa melakukan latihan khusus untuk hal ini.

Kedua, Makan-makanan dengan jumlah, jenis dan jam yang mengacu pada kesehatan yang diperuntukan bagi penderita diabetes melitus tipe 2. Walaupun anda belum terkena diabetes melitus tipe 2 ini tetapi anda harus mulai berhati-hati dan menerapkan sistem makan yang sehat. Cara makan yang sehat adalah ingat 3J yaitu Jumlah, Jenis dan Jam. Jumlah tidak banyak nasinya tetapi proporsional anda bisa membagi piring kedalam 3 bagian yaitu 1/3 nasi, 1/3 lauk pauk, dan 1/3 sayuran. Jenis ya jenisnya harus banyak mengandung serat, karena serat akan baik untuk kerja insulin dan akhirnya dapat menurunkan gula darah anda. lihat makanan yang baik bagi penderita diabetes karena mengandung banyak serat. Jam, makan harus tepat pada jam makannya, artinya bila anda makan seumpanya jam 7 pagi, jam 1 siang dan jam 7 pagi, maka anda harus tetap seperti itu dan jangan pernah makan di satukan 3 kali jadi satu kali itu akan mengakibatkan gula darah anda naik karena kalori yang begitu besar. jam yang teratur itu lah yang disebut diet.

cara mencegah diabetes melitus tipe 2
banyak gerak terhindar dari diabetes melitus tipe 2

Ketiga, aktif bergerak, banyak diantara kita sebagai pekerja kantor yang kurang gerak. Aktifitas gerak membantu untuk membakar lemak yang tertimbun dalam tubuh sehabis makan. untuk itu agar lemak hilang kita harus melakukan gerak badan. Mulailah dengan berjalan-kaki atau naik sepeda dan mengerjakan pekerjaan rumah seperti nyuci mobil, motor, dan lain-lain yang intinya menggerakkan semua anggota tubuh kita.

Itulah paparan yang sangat harus anda perhatikan dan amalkan untuk mencegah dan menunda diabetes melitus tipe 2 yaitu Berat tubuh ideal, Makan yang baik, dan banyak bergerak. Lakukanlah hal itu secara teratur niscaya kita akan terhindar dari yang namanya diabetes melitus tipe 2 ini. semoga bermanfaat.

Sayuran Hijau Kikis Diabetes

Dalam dua dekade terakhir telah terjadi peningkatan dramatis dalam jumlah individu diabetes tipe 2 di seluruh dunia. Makan sayuran berdaun hijau secara signifikan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Demikian hasil penelitian yang dipimpin Patrice Carter di Universitas Leicester, yang dipublikasikan secara online dalam Bristish Medical Journal.

Menurut hasil studi yang dilakukan pada tahun 2002, kekurangan asupan buah dan sayuran telah menyumbangkan 2.6 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2000. Dalam penelitiannya, Patrice Carter dan koleganya telah melibatkan 220.000 peserta untuk meninjau lebih jauh hubungan antara mengonsumsi buah dan sayuran dan diabetes tipe 2. Hasil penelitian menunjukkan, mengonsumsi satu porsi sayuran berdaun hijau sehari mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 14 persen. Namun, jika buah dan sayuran digabungkan, hasilnya tidak berpengaruh terhadap risiko ini. Oleh karena itu, anjuran manfaat kesehatan dari sayuran hijau secara keseluruhan memang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Para peneliti juga meyakini, kandungan antioksidan yang tinggi dalam buah dan sayuran dapat mencegah penyakit kronis, seperti halnya kandungan magnesium dalam bayam yang bermanfaat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Mereka juga menyatakan, bahwa suplemen tidak terlalu memberikan manfaat signifikan bagi pencegahan penyakit.

Tepung Umbi Suweg untuk Terapi Diet Penderita Diabetes

Hasil penelitian Ir Didah Nur Faridah, MSc, staf pengajar Departemen Ilmu dan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), menunjukkan tepung umbi suweg baik untuk terapi diet penderita diabetes melitus atau kencing manis karena Indeks Glikemik (IG) rendah.

”Umbi suweg termasuk dalam bahan pangan yang memiliki nilai Indeks Glisemik rendah,” kata Faridah kepadapustakatani(dot)org tanggal 10 Mei 2006. Berdasarkan penelitian Faridah, nilai IG tepung umbi suweg 42. Pangan dengan nilai IG di bawah 55 bisa menekan peningkatan kadar gula darah.
Umbi suweg yang nama ilmiahnya Amorphophallus campanulatus B, mengandung serat pangan dan protein yang cukup tinggi yaitu berturut-turut 13,71 persen dan 7,20 persen dengan kadar lemak yang rendah sebesar 0,28 persen.
Proses pembuatan tepung dari umbi suweg juga mudah. Umbi, yang sudah dicabut, dibersihkan dari kotoran dan tanah. Kemudian umbi yang sudah bersih dikupas dan dicuci dengan air bersih. Setelah cukup bersih, umbi diiris tipis-tipis dan dikeringkan di dalam oven dengan suhu 50 derajat celsius selama 18 jam. Akhirnya keripik umbi yang sudah kering diblender dan diayak untuk mendapatkan tepung halus ukuran 60 mesh.

Belimbing Wuluh, Si Asam Berkhasiat Obat

Kebanyakan orang baru memanfaatkan belimbing wuluh sebagai pelengkap sayur atau masakan. Padahal, belimbing wuluh termasuk dalam tanaman pekarangan yang memiliki khasiat obat.
Belimbing wuluh merupakan tanaman berbatang keras. Ia cocok ditanam di tempat yang cukup sinar matahari dan tingginya bisa mencapai lebih dari 10 meter. Buahnya hijau muda, berbentuk lonjong sebesar ibu jari, dan rasanya masam.
Dalam buku Terapi Herba, Buah, Sayuran 10 Penyakit Utama yang diterbitkan oleh majalah Flona, disebutkan tanaman ini memiliki berbagai kandungan kimia, antara lain saponin, tanin, kaslium oksalat, sulfur, asam format, peroksida, dan kalium sitrat.
Dalam farmakologi China, tanaman ini dikenal punya banyak khasiat, di antaranya menghilangkan rasa sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, antiradang, dan peluruh kencing.
Untuk mengatasi penyakit kencing manis (diabetes), ambil tiga genggam daun belimbing wuluh, lalu direbus dengan 1 liter air sampai mendidih. Setelah dingin, saring airnya dan minum dua kali sehari, pagi dan sore.
Selain daun, buahnya juga bisa dipakai. Enam buah belimbing wuluh dilumatkan, lalu direbus dengan segelas air. Biarkan mendidih hingga airnya tersisa seperuhnya. Air rebusan disaring, kemudian diminum pada pagi hari. Konsumsi dua buah belimbing wuluh segar tiga kali sehari juga disebut efektif mengendalikan kolesterol.
Limeng merupakan sebutan belimbing wuluh di Aceh. Selemeng (Gayo), asom belimbing dan balimbingan (Batak), malimbi (Nias), balimbing, blimbing, dan blimbing wuluh (Jawa), calingcing dan calingcing wulet (Sunda), bhalingbing bulu (Madura), blingbing buloh (Bali), serta calene (Bugis).

10 Tanaman Ajaib Penurun Kadar Gula Darah

1. Gymnema Sylvestre
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 200 – 250 miligram per hari
Nama Hindi tumbuhan ini berarti ‘penghancur gula’, dan tanaman ini dikatakan memiliki kemampuan untuk menurunkan kemampuan mendeteksi rasa manis. Tanaman ini dianggap sebagai tanaman paling kuat untuk mengendalikan gula darah. Kemungkinan besar, cara kerjanya adalah dengan meningkatkan aktivitas enzim yang membantu sel tubuh untuk menggunakan glukosa atau dengan merangsang produksi insulin. Walaupun belum ada penelitian intensif, tapi belum ditemukan adanya efek samping serius untuk penggunaan tanaman ini.
2. Pare
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 50 – 100 mililiter (3-6 sdm) jus per hari
Pare yang pahit ini dianggap mampu membantu sel menggunakan glukosa secara lebih efektif dan meredam penyerapan gula di dalam usus. Para peneliti di Filipina yang meneliti konsumsi pare kepada pria dan wanita dalam bentuk kapsul selama 3 bulan menemukan adanya penurunan gula darah, walaupun sedikit, tetapi konstan. Permasalahan yang muncul adalah masalah pencernaan, tapi tidak jelas apa.
3. Magnesium
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 250 – 350 miligram per hari
Kekurangan magnesium tidak jarang ditemui sebagai salah satu penyebab diabetes, bahkan gejala ini memperburuk kondisi gula darah dan resistansi insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat memperbaiki fungsi insulin dan menurunkan gula darah. Coba konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi insulin.

4. Prickly Pear Cactus (Daging buah kaktus)
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: jika dikonsumsi sebagai makanan, 150 gram rebusan kaktus per hari.
Buah matang dari kaktus ini mampu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Bentuk yang bisa ditemui adalah dalam bentuk buah, atau jus, atau bubuk. Para peneliti menemukan bahwa buah ini menurunkan kadar gula darah karena adanya komponen yang mirip dengan insulin. Buah ini juga tinggi kadar seratnya.
5. Gamma-Linolenic Acid (Asam Linoleat Gamma)
Fungsi utama: Mengurangi sakit saraf
Dosis umum: 270 – 540 milligrams sekali per hari
Asam Linoleat Gamma, atau GLA adalah asam lemak yang ditemukan dalam minyak bunga evening primrose. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes adalah orang yang memiliki level GLA rendah dalam darah, dan penelitian menunjukkan bahwa suplemen ini dapat menurunkan, bahkan mencegah sakit di saraf yang muncul akibat diabetes
6. Chromium (Krom)
Fungsi utama: Menurunkan kadar gula
Dosis umum: 200 mikrogram per hari.
Mineral ini dianggap mampu meningkatkan kinerja insulin dan terlibat juga dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Beberapa penelituan menunjukkan bahwa mineral ini membantu menurunkan gula darah, tapi hanya untuk mereka yang memang kekurangan krom.
7. Bilberry
Fungsi utama: Melindungi mata dan syaraf
Dosis umum: 80-120 miligram standar billberry extract per hari.
Saudara blueberry ini memiliki antioksidan kuat dalam buah dan daunnya. Antioksidan yang dinamai antosianidin ini, membantu mencegah kerusakan sel darah kecil yang dapat merusak saraf dan retina mata. Penelitian terhadap hewan menunjukkan adanya penurunan gula darah juga akibat konsumsi buah

8. Alpha-Lipoic Acid (Asam Alpha Lopoic)
Fungsi utama: Mengurangi rasa sakit syaraf, dan menurunkan kadar gula darah
Dosis umum: 600-800 miligram per hari.
Disingkat ALA, bahan yang mirip vitamin ini menetralkan berbagai radikal bebas. Pembentukan radikal bebas adalah salah satu faktor peningkatan gula darah, dapat membuat kerusakan saraf dan berbagai masalah lain. ALA jg mampu membantu sel otot untuk menyerap gula darah. Di salah satu penelitian di Jerman, sekelompok peneliti memerika 40 orang dewasa yang mengkonsumsi ALA dan placebo. Di akhir studi selama 4 minggu, ditemukan bahwa ALA meningkatkan sensitifitas insulin sebanyak 27 persen.
9. Fenugreek
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 5 sampai 30 gram setuap makan, atau 15 sampai 90 gr per hari.
Biji-bijian yang digunakan sebagai bumbu masakan India ini mampu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitifitas insulin, dan menurunkan kolesterol, menurut beberapa penelitian. Efek ini mungkin timbul karena tingginya kadar serat. Bijinya jg mengandung asam amino yang meningkatkan produksi insulin. Di salah satu penelitian terhadap fenugreek, 60 orang yang mengkonsumsi 25 gr bumbu ini menunjukkan peningkatan yang baik terhadap pengendalian gula darah.
10. Ginseng
Fungsi utama: Menurunkan gula darah
Dosis umum: 1-3 gram per hari dalam bentuk kapsul atau tablet, 3-5 mililiter dalam bentuk tincture 3kali sehari.
Dikenal karena kemampuannya yang mendorong sistem kekebalan tubuh, ginseng ini memiliki beberapa hasil positif mengenai diabetes. Para peneliti menemukan bahwa ginseng memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan kemampuan sel dalam menyerap glukosa, dan meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas. Ditemukan juga di Toronto dalam suatu penelitian, bahwa ginseng mampu menurunkan kadar gula sampai 15-20 persen. Tak ada salahnya Anda mencoba suplemen alami tersebut, tapi ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsinya. Jika tidak ada perubahan setelah satu atau dua bulan, hentikan dan jangan buang-bunga lagi uang Anda. Salam sehat!

Buncis Obat Kencing Manis yang Bagus & Murah

Penyakit kencing manis atau diabetes melitus banyak diidap orang Indonesia. Seorang penderita diabetes melitus memiliki kadar gula dalam darah yang tinggi sehingga si penderita harus hati-hati dalam menerapkan pola makan.
Dokter pun sering menganjurkan agar penderita disiplin dalam mengonsumsi obat, berdiet, dan melakukan olah raga, serta menjauhi stres. Banyak memang obat yang beredar di pasaran untuk “mengobati” diabetes tersebut, namun sering harganya mahal, karena bahan-bahannya haruslah diimpor. Bagaimana mau menjauhi stress jika untuk membeli obat yang harganya selangit saja susah.
Beruntung, kini telah ditemukan obat yang murah meriah dan dapat diperoleh dengan mudah. Di pasar-pasar tradisional yang becek ketika hujan dan penuh debu saat musim kemarau, “obat” ini bisa dengan mudah didapatkan. Di supermarket-supermarket pun ada, tapi kalau mau lebih murah memang lebih baik memilih di pasar tradisional. Kalau malas bepergian, kita cukup menunggu tukang sayur yang lewat depan rumah. Lalu “obat” apa yang murah meriah itu ? Buncis.
Ya, tepat. Tanaman yang buahnya mirip kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu mengobati penyakit diabetes melitus.
Hal tersebut terungkap dalam disertasi Yayuk Andayani, yang telah mempresentasikan penelitiannya berjudul “Mekanisme Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Buncis pada Tikus Diabetes dan Identifikasi Komponen Aktif” untuk memperoleh gelar doktor di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga, beberapa waktu lalu.
Dalam penelitiannya, Yayuk menggunakan tikus putih sebagai binatang percobaan. Tikus putih berusia tiga bulan itu oleh Yayuk diberi perlakuan induksi diabetes. Artinya, “dengan sengaja” si tikus putih dibuat mengidap diabetes melitus. Sebelum diinjeksi dengan diabetes, tikus tersebut telah diberi ekstrak buncis. Ternyata dalam waktu 30 menit setelah “dengan sengaja” dibuat menderita diabetes, tekanan gula darah tikus-tikus percobaan kembali normal, tanpa mengalami penurunan pada tingkat hipoglikemik (di bawah kadar gula normal-red.).
Timbul pertanyaan, apa sih “kesaktian” buncis sehingga hanya dalam waktu ½ jam bisa menurunkan kadar gula dalam darah hingga batas normal. Berdasar analisis Yayuk, di dalam buncis terkandung zat yang dinamakan B-sitosterol dan stigmasterol. Kedua zat inilah yang mampu meningkatkan produksi insulin.
Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh tubuh kita dari organ tubuh yang dinamakan pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Seseorang mengalami diabetes mellitus bila pankreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau tidak mampu memproduksi sama sekali. Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pancreas untuk meningkatkan produksi insulinnya.
Selain dua zat tadi, Yayuk memperoleh data bahwa dari 100 gram ekstrak buncis terkandung karbohidrat 7,81%, lemak 0,28%, protein 1,77%, serat kasar 2,07%, dan kadar abu 0,32 %.
Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan Yayuk ini tentu bisa dijadikan referensi untuk membuat obat diabetes dengan mengekstrak buncis. Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena obat diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang tersedia.
Bagi masyarakat, terobosan Yayuk itu bisa melegakan hati banyak orang pengidap diabetes melitus, khususnya mereka dari kalangan tidak mampu. Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun. Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai lalapan. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng dengan tambahan daging juga boleh.
Berbahagialah mereka yang kerap makan lalapan buncis. Ternyata selain manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit kencing manis.

Sirih Merah Menurunkan Glukosa Darah

Sirih merah atau bahasa Latinnya Piper crocatum, kini hadir tidak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga tanaman obat tradisional penderita kencing manis (diabetes mellitus – DM).
Masyarakat Sleman, Yogyakarta khususnya, telah memanfaatkan khasiat daun sirih merah ini turun temurun. Secara empiris, selain kencing manis, daun sirih merah sering dimanfaatkan sebagai obat alternatif ambeien, peradangan, kanker, asam urat, hipertensi (darah tingi), hepatitis, kelelahan dan maag.

Senyawa fitokimia yang terkandung dalam daun sirih merah yakni alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Menurut Ivorra, M.D dalam buku “A Review of Natural Product and Plants as Potensial Antidiabetic,” senyawa
aktif alkoloid dan flavonoid memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Hara (1993) menyatakan senyawa tanin dan saponin dapat dipakai sebagai antimikroba (bakteri dan virus).
Ciri khas tanaman tropis ini,berbatang bulat hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukaan daun mengkilap dan tidak merata. Seperti sirih hijau, tanaman sirih merah juga tumbuh merambat di pagar atau pohon. Daunnya berasa pahit getar, namun beraroma lebih wangi dibanding sirih hijau. Bila disobek, daun sirih merah akan berlendir.
Tanaman sirih merah menyukai tempat teduh, berhawa sejuk dan sinar matahari 60-75 persen. Tanaman sirih merah tumbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Bila tumbuh pada daerah panas, sinar matahari langsung, batangnya cepat mengering. Selain itu, warna merah daunnya akan pudar. Padahal kemungkinan khasiatnya terletak pada senyawa kimia yang terkandung dalam warna merah daunnya.

Aman dikonsumsi

Peneliti muda dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mega Safithri dan Farah Fahma telah meneliti toksisitas ekstrak air daun merah dan kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus.
Pembuatan ekstrak daun sirih merah sangatlah mudah.
Sebanyak 200 gram daun sirih merah direbus bersama 1 liter air sampai volumenya tinggal 100 mililiter. Perbandingan berat daun sirih merah dengan volume ekstrak rebusan yang diminum adalah 200 gram : 100 mililiter atau 2 : 1.
Untuk mengetahui tingkat keamanan dan efek samping daun yang bersifat antiseptik ini, Mega melakukan uji toksisitas. Ekstrak dengan konsentrasi 0, 5, 10, 20 gram per kilogram bobot badan diberikan secara oral pada masing-masing enam ekor tikus Sparague dawley. Setelah tujuh hari pencekokan, bobot tubuh ke-24 tikus tersebut bertambah dan sehat wal-alfiat. Berarti, pemberian ekstrak hingga dosis 20 gram per kilogram berat badan aman dan tidak bersifat toksik (beracun).
Dosis tepat sebagai obat diabetes militus, bisa ditentukan melalui uji antihiperglikemik pada enam kelompok tikus. Masing-masing kelompok terdiri dari empat ekor tikus. Kelompok A terdiri tikus yang mendapat induksi NaCl 0,9 persen berat per volume dan cekok akuades. Kelompok B berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan cekok akuades.
Dalam percobaan, tikus disengaja agar menderita penyakit diabetes millitus, dengan pemberian aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan.
Kelompok C berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan cekok obat antidiabetes komersial Daonil 3,22 miligram per kilogram. Kelompok D, E, F berisi tikus yang diinduksi aloksan dosis 150 miligram per kilogram berat badan dan berturut-turut cekok ekstrak daun sirih merah 100 x dosis Daonil, 1.000 x dosis Daonil, dan 20 gram per kilogram berat badan.
Perlakuan tersebut berlangsung selama 10 hari. Hasilnya, kadar glukosa darah kelompok tikus E dan F menunjukkan tidak berbeda nyata atau sama dengan kelompok tikus normal. Ekstrak daun sirih merah dosis 20 gram per kilogram berat badan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34, 3 persen. Lebih tinggi penurunnya dibanding pemberian obat anti diabetes militus komesial Daonil 3,22 miligram per kilogram yang hanya menurunkan 27 persen glukosa darah tikus.
Hasil penelitian ini bisa diaplikasikan pada manusia penderita diabetes. Dosisnya ialah berat badan penderita dikalikan dengan 20 gram per kilogram berat badan. Jika berat badan penderita dikalikan degan 20 miligram per kilogram berat badan. Jika berat badan penderita 50 kilogram, ia membutuhkan 1 kilogram daun sirih merah segar atau 500 ml ekstrak air rebusan. Ektrak ini bisa diminum dua kali sehari setiap pagi dan sore sebanyak 250 ml. Namun demikina uji klinis pada penderita kencing manis belum pernah dilakukan.

Obat Diabetes dari Labu Parang Temuan Mahasiswa UGM

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Rijki, berhasil menemukan kandungan labu parang yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit Diabetes Mellitus (DM) tipe 2. Penemuannya itu membuat Rijki memperoleh penghargaan Alltech Young Scientist Award.
Labu parang mengandung senyawa saponin dan flavanoid, yang keduanya berkhasiat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki sel beta pancreas untuk menghasilkan insulin kembali.

“Bahan-bahan ini terkandung dalam labu parang,” uangkap Rijki kepada wartawan seusai acara penyerahan penghargaan di FKH UGM di Yogyakarta, Jumat (8/7/2011).

Berdasarkan hasil penelitiannya ungkap Rijki, kandungan saponin secara signifikan mampu menurunkan glukosa darah. Meski percobaan ini baru dilakukan pada tikus, namun dia melihat hasil yang cukup menggembirakan. “Hasil pengukurannya, semakin tinggi dosis saponin maka akan secara signifikan menurunkan kadar glukosa,” katanya.
Dia mengatakan untuk mengobati penyakit diabetes pada manusia, diperlukan 400-800 gram labu parang yang telah diekstraksi untuk dikonsumsi tiap hari. Namun bila itu terlalu repot, dia menyarankan labu parang bisa dikonsumsi secara langsung dengan cara haluskan dengan diblender. “Saponin larut dalam air, jika dimasak, kadar saponin akan berkurang,” katanya.
Menurut dia, ide awal menggunakan labu parang ini muncul saat dirinya pulang ke rumahnya di Desa Caringin, Sukabumi, Jawa Barat. Dia melihat banyak petani yang budidaya labu parang.
Saat itu, Rijki mencoba menggali informasi tentang khasiat labu ini melalui internet. Setelah itu, dia mencoba melakukan penelitian lebih lanjut dengan menguji di laboratorium. Dia menggunakan tikus sebagai sebagai kelinci percobaan.
“Hasil penelitian awal ini memang signifikan. Hanya saja di desa saya, sudah tidak banyak petani yang menanam labu parang lagi. Semoga dengan temuan ini produksi labu parang semakin bertambah,” katanya.
Karena prestasinya itu, Rijki memperoleh medali dan piagam dari PT. Alltech Biotechnology Indonesia, yang diserahkan langsung oleh diserahkan langsung General Manager Drh, Isra Noor. Turut hadir dalam acara penyerahan penghargaan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni FKH UGM drh. Setyo Budhi, MP.
GM PT Alltech Biotechnology Indonesia, Isra Noor, mengatakan Rijki merupakan satu-satunya mahasiswa dari jurusan Kedokteran Hewan yang berhasil meraih penghargaan ini. “Tahun ini banyak dari jurusan peternakan dan mahasiswa pascasarjana,” katanya.

Teh Kontrol Gula Darah

Mengontrol gula kadar dengan menyeruput secangkir teh hangat? Tentunya akan menyenangkan. Para peneliti meyakini hal itu dapat dilakukan terutama dengan menggunakan teh asal Afrika.

Sebuah tim peneliti asal Denmark tengah mengembangkan perawatan untuk penyakit diabetes tipe 2 dengan bantuan teh Afrika khusus yang diproduksi dari ekstrak daun Rauvolfia Vomitoria dan buah jeruk aurantium.

Para peneliti baru-baru ini baru saja menyelesaikan percobaan klinis yang dilakukan terhadap 23 pasien dengan diabetes tipe 2 dan merasa puas dengan hasil yang diperoleh.
“Para subjek penelitian meminum 750 ml teah setiap hari. Teh itu tampaknya berbeda dari obat diabetes tipe 2 lainnya karena pada awalnya tidak terlihat mempengaruhi kandungan gula dalam darah. Namun, setelah empat bulan mengonsumsi teh tersebut, tampak peningkatan toleransi glukosa yang signifikan,” ujar pemimpin penelitian dari Copenhagen Universitu, Joan Campbell-Toft.
Menurut para peneliti, studi tersebut juga menunjukkan perubahan pola pembentukan asam lemak pada pasien yang minum teh dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi.
“Pada pasien yang meminum teh, kadar asam lemak tak jenuh meningkat. Hal itu sangat baik karena membuat sel membran lebih mudah ditembus sehingga sel tubuh dapat menyerap lebih banyak glukosa dalam darah,” terangnya.
Sebelumnya, tim itu juga telah menguji teh dari Nigeria pada tikus percobaan. Hasilnya menunjukkan, setelah enam minggu menggunakan perawatan dengan teh Afrika dikombinasikan dengan pola makan rendah lemak terdapat perubahan kombinasi dan jumlah lemak pada mata dan perlindungan pankreas yang lemah.

Teh untuk Atasi Diabetesi

Teh untuk Atasi Diabetesi yang berpotensi besar mengatasi penyakit diabetes tipe 2 adalah teh yang terbuat dari daun mulberry dan teh hitam.
Teh merupakan salah satu minuman yang sudah akrab dengan kita sehari-hari. Selain rasanya yang nikmat dan tersedia dalam berbagai jenis pilihan, sudah bukan rahasia lagi kalau teh memiliki banyak manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh.


Menurut berbagai penelitian, setidaknya terdapat 450 senyawa dalam teh. Mulai dari kafein, berbagai jenis antioksidan, hingga vitamin yang diketahui bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, dalam teh terdapat plafonoid, kromium, selenium, dan antioksidan sehingga teh tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tapi juga enak untuk dinikmati.
Teh mengandung senyawa utama yang disebut polyphenol, yang sangat baik untuk proses detoksifikasi. Manfaat lain dari teh adalah menghambat pembentukan sel-sel kanker, mencegah penyakit jantung dan stroke, menstimulasi sistem sirkulasi, memperkuat pembuluh darah, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, dan membantu menstabilkan kadar gula dalam darah.
Salah satu manfaat teh yang paling populer adalah menurunkan kadar kolesterol serta menyehatkan jantung. Ini dikuatkan dalam hasil berbagai penelitian yang dilkukan oleh para ahli kesehatan. ” Untuk diabetes, memang ada penelitian yang menyatakan bahwa teh sangat membantu menstabilkan kadar gula darah, meskipun tidak sebanyak penelitian mengenai jantung dan kolesterol,” ujar Fatimah Syarief, product and purchasing manager PT Sun Hope Nutrisi.
Meskipun memiliki banyak manfaat, teh bukannya tidak memiliki efek negatif bagi tubuh. Kandungan tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. ”Untuk menyiasatinya, sebaiknya jangan meminum teh bersamaan dengan makan besar,” ujar Fatimah. Sebaiknya teh diminum sore hari sebagai teman santai sembari makan makanan ringan. Dengan begitu konsumsi teh tidak akan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh
Diabetes mellitus
Penderita diabetes mellitus (diabetesi) pun bisa memanfaatkan teh untuk mengatasi penyakitnya. Menurut Fatimah, yang paling baik untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes adalah teh dari daun mulberrry dan teh hitam.
Lulusan Fakultas Teknologi Pangan dari Universitas Sahid, Jakarta, ini, mengungkapkan, teh yang terbuat dari daun mulberry dan tee hitam memiliki potensi besar mengatasi penyakit diabetes tipe dua, atau jenis diabetes yang paling banyak diderita saat ini. Karena senyawa khusus yang terdapat dalam teh ini mampu berperan seperti halnya insulin dalam tubuh.
Di samping konsumsi obat dan diet yang disiplin dan teratur, teh sangat baik untuk dikonsumsi para diabetesi sebagai salah satu suplemen kesehatan yang bersifat membantu penyembuhan. ”Dalam dua minggu saja penderita diabetes sudah merasakan manfaat konsumsi teh, antara lain kadar gula dalam darah mulai stabil,” ujar Fatimah yang saat ini tengah kuliah di Ilmu Gizi di Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Untuk memperoleh hasil yang maksimal ketika mengonsumsi teh untuk menyehatkan tubuh, perlu diperhatikan cara penyajian yang benar. Cara penyajian teh yang benar adalah diseduh dengan air mendidih terlebih dahulu kemudian ditutup selama 10 menit baru kemudian disajikan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Institut Teknologi Bandung, kandungan aktif yang terdapat dalam teh, seperti polyphenol dan senyawa-senyawa lainnya, baru akan aktif apabila disajikan melalui proses oksidasi. Karena itu, dengan ditutup selama 10 menit setelah diseduh air akan mengaktifkan senyawa-senyawa dalam teh sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kesehatan tubuh.
Namun, penting untuk diingat, mengonsumsi teh yang termasuk kategori obat-obatan herbal agar tidak dicampurkan dengan bahan-bahan kimia supaya aman dikonsumsi setiap hari. Sebaliknya, teh yang tidak dicampur dengan bahan-bahan kimia dapat dikonsumsi setiap hari dan tidak menimbulkan efek samping apapun selama memperhatikan rambu-rambu yang ada.
Rambu-rambu yang sebaiknya diperhatikan dalam mengkonsumsi teh, menurut Fatimah yang sudah lima tahun bekerja di PT Sun Hope Nutrisi ini, adalah dosis dan cara penyajian yang tepat. Sebenarnya dalam konsumsi teh tidak terdapat istilah overdosis. Teh dapat menjadi berbahaya apabila dicampur dengan berbagai bahan kimia. Contohnya bahan kimia untuk melangsingkan tubuh.
Bagi penderita diabetes yang ingin memperoleh hasil optimal dari minum teh sebagai suplemen, obat-obatan, dan diet, sebaiknya tetap mengontrol pola makan sebagaimana yang diperlukan untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.
Walaupun telah mengonsumsi teh dalam jangka waktu tertentu, kalau pola makan tidak terjaga, kadar gula darah pun besar kemungkinan akan naik kembali. Sebab itu, untuk memperoleh hasil yang optimal, tetap perhatikan pola makan dengan diet yang telah dikonsultasikan dengan dokter.

Jus sebagai Penyembuh

Sebagaimana diketahui bahwa para ahli telah sepakat bahwa penyebab nomor satu dari sebagian besar penyakit adalah kurangnya vitamin dan mineral tertentu dalam tubuh. Padahal vitamin dan mineral ini begitu melimpah ruah dalam buah dan sayuran segar disekeliling kita. Tetapi sebagian besar dari kita sangat sulit untuk makan buah dan sayuran sebanyak yang kita perlukan. Jika anda sanggup atau punya waktu untuk mengunyah sekantung wortel atau sekantung bayam sehari, maka artikel ini bukan untuk anda.
Normal Walker (1886 – 1985), penulisa Fresh Vegetable and Fruit Juice, dapat mencapai umur  hampir 100 tahun dengan mempraktekan apa yang diajarkannya: “Kekurangan elemen tertentu, seperti vitamin organik, dari diet kita adalah penyebab utama hampir setiap penyakit”, demikian disebutkan dalam salah satu tulisannya.


Semua sel dalam tubuh tergantung pada nutrisi yang tepat. Tanpa nutrisi ini, sel-sel tersebut tidak dapat berfungsi. Untuk mempertahankan sel-sel tersebut, makanan yang dimakan harus dicerna dengan baik.
Untuk mendapatkan manfaat terbesar dari sayuran dan buah-buahan, makanlah yang masih segar. Makanan yang segar itu memungkinkan enzim bekerja dengan kekuatan penuh , sehingga memberikan dorongan langsung bagi sistem metabolisme tubuh.
Mengapa harus Jus ?
Masyarakat ilmu pengetahuan belum mengetahui berapa banyak vitamin dan mineral yang kita perlukan untuk menjadi sehat. Tetapi para ahli sependapat bahwa terdapat mikor-nutrien yang fungsinya masih misteriius. Substansi-substansi tersebut ditemukan dalam jumlah kecil di semua makanan segar.
Sebagai contoh, para ahli telah mengetahu manfaat wortel, yang mengandung beta-karoten dan vitamin A dalam jumlah besar. Para ilmuwan telah berhasil mengekstrak bahan-bahan ajaib ini menjadi pil-pil yang siap telan, yang menurut mereka dapat mempertahankan kesehatan jantung dan mencegah kanker.
Tetapi wortel memiliki manfaat lain selain dari beta-karoten dan vitamin A. Terdapat substansi lain yang dinamakan karotenoid, yang tidak Anda temukan di dalam pil vitamin. Anda hanya dapat menemukannya dari wortel segar.
Namun kebanyakan dari kita sangat malas makan buah atau sayuran segar secara langsung, karena diperlukan waktu yang jauh lebih panjang untuk mencerna buah dan sayuran utuh. Jus secara cepat dan efesien diserap oleh tubuh –kadang-kadang dalam beberapa menit setelah dikonsumsi.
Begitu banyak khasiat dan manfaat berbagai jenis buah dan sayuran segar dan masing-masing memiliki sifat penyembuhannya yang berbeda. Vitamin, mineral, protein, lipid dan karbohidrat yang ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda, bekerja pada organ dan penyakit tertentu.
Sebagai contoh, jus apel dengan dagingnya membantu mengurangi kristal asam yang menumpuk di sendi-sendi– jadi menghilangkan nyeri artritis. Adas menghilangkan heartburn dan jus semangka dapat menyembuhkan kolik.
Manfaat lain, jus membantu menurunkan berat badan dan mempertahankan penurunan berat badan itu. Jus tomat dapat menghilangkan kecanduan akan junk food, dan jus buah yang manis menghilangkan kecanduan akan kuke , cookies, dan permen.
Selain itu buah dan sayuran segar memiliki kandungan serat yang tinggi, yang dalam istilah nutrisi dinamakan “roughage“. Fungsinya yang paling penting di saluran penceraan adalah mendorong pergerakan bahan makanan melaui usus. Serat larut dapat mengikat kolestrol di dalam saluran cerna sehingga tidak terserap oleh tubuh. Serat larut ini membersihkan usus.
Namun karena “juicer” menyaring sebagian besar serat, sehingga hanya menghasilakan cairan saja maka untuk mendapatkan khasit penuh dari sayuran atau buah tersebut, ambillah sebagian besar serat tersebut dan kembalikan ke minuman anda. Atau gunakan sebagai campuran untuk memasak kue atau makanan lainnya. Gunakan untuk menjadikan roti atau kur yang kaya serat dan lezat.

Asam Borak untuk Mengobati Infeksi Jamur pada Penderita Diabetes

Baru-baru ini jurnal kedokteran Diabetes Care memuat sebuah penelitian yang menyatakan bahwa supositoria vaginal asam borak dapat mengobati infeksi jamur pada wanita penderita diabetes.

Dr. Ravinder Goswami dari All India Institute of Medical Science di New Delhi menyatakan bahwa infeksi jamur vaginal pada wanita penderita diabetes sering disebabkan oleh sejenis jamur yang dikenal sebagai Candida glabrata yang kurang memberikan respon terhadap obat-obatan anti jamur oral.

Untuk mendapatkan obat yang lebih baik, para ilmuan dari institut tersebut secara acak memberikan salah satu dari dua jenis obat kepada 111 wanita penderita diabetes yang mengalami infeksi jamur vaginal. Obat yang diberikan tersebut adalah fluconazole dosis tunggal atau supositoria vaginal asam borak setiap hari selama 14 hari.
Tim peneliti menemukan bahwa hampir dua per tiga wanita penderita diabetes yang berperan serta dalam penelitian mereka juga menderita infeksi Candida glabrata. Pada kelompok yang mengalami infeksi jamur vaginal tersebut angka kesembuhan yang ditunjukkan oleh kelompok terapi supositoria vaginal asam borak adalah 64 persen sedangkan wanita yang mendapatkan terapi fluconazole hanya menunjukkan angka kesembuhan 29 persen.
Sebagai kesimpulan, para peneliti dari India tersebut menyatakan bahwa terapi supositoria vaginal asam borak harus dipertimbangkan sebagai terapi unggulan dalam mengobati infeksi jamur vaginal pada penderita diabetes.

Menuai Antioksidan dari Pare

Secara tradisional pare yang pahit ini dipercaya sebagai obat untuk penyakit diabetes. Bukan hanya di Tanah Air, tapi juga di luar negeri.
Pernah ada penelitian di Unversity of Bologna, Italia, yang menanyai 720 ahli herbal yang direkomendasikan untuk mengobati diabetes. Mereka merekomendasikan 10 herbal untuk diabetes dan pare, yang dalam bahasa Inggris disebut bitter melon, masuk di dalamnya.

Selama berabad-abad pare memang digunakan di Cina dan negara-negara Asia untuk mengobati diabetes. “Penelitian yang diterbitkan di Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition membuktikan bahwa pemberian secara oral ekstrak biji pare sebanyak 150 mg per kg berat badan selama 30 hari ada penurunan secara signifikan gula darah puasa. Pare itu memproduksi beta sel pankreas dan pada penderita diabetes pare bermanfaat mengurangi stres oksidatif,” kata Dr.Sisilia Indradjaja, MHM.

Ia menyatakan satu uji klinis pare pada sembilan pasien diabetes tipe-1. Pemberian ekstrak pare dengan injeksi subkutan secara signifikan menurunkan gula darah dibandingkan kontrol.
Dr.Sisil menyarakankan dosis pare untuk mengendalikan diabetes adalah jus segar 50-100 ml. Untuk bubuk kering, dosisnya 3-15 gram per hari. Ekstrak kapsul pare terstandar yang dianjurkan 100-200 mg, tiga kali sehari.
Perlu hati-hati juga karena ada efek samping dan toksisitas pada pare. Pemberian ekstrak pare secara injeksi subkutan dinilai aman, meski injeksi intravena lebih toksik dan tidak disarankan.
Dilaporkan pemberian ekstrak buah pare 250-500 gram pada pasien diabetes bisa menyebabkan nyeri perut dan diare. Perlu diketahui juga bahwa pare mengandung momorcharin, yang berefek antifertilitas alias susah punya anak. Pare bisa bersifat racun pada orang dewasa jika diberikan dalam dosis 400-1.000 ml.
Meskipun terkenal sebagai pengontrol diabetes, pare juga punya efek antioksidan. Menurut Dr.Maoshing Ni dalam bukunya Second Spring, pare mengandung vitamin A, B1, B3, dan C. Kandungan potasium pare dua kali lebih banyak dari pisang dan mengandung kalsium dua kali lebih banyak dari bayam. Selain itu, pare juga mengandung antioksidan berupa likopen, lutein, dan zeaksantin.

Manfaat Semangka untuk Diabetes

Semangka paling sering dihidangkan sebagai buah dan makanan penutup di berbagai acara, karena mudah diperoleh dan mengandung banyak vitamin serta antioksidan yang baik untuk kesehatan. Selain itu, juga mengandung nutrisi penting yang sangat bermanfaat untuk kehidupan seks pria. Apa itu?

Selain banyak mengandung vitamin C, kalium dan vitamin B6, semangka juga mengandung senyawa antioksidan yang membantu melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel.
Tak hanya itu, semangka juga kaya asam amino citrulline and arginin, yang keduanya memiliki dampak positif pada tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi pada semangka ini dapat memberikan kelimpahan manfaat, terutama bagi kemampuan seks pria.

Beberapa manfaat semangka untuk kehidupan seks pria seperti dilansir Livestrong, Kamis (19/1/2011):

1. Mencegah kanker prostat
Menurut penelitian dari Curtin University of Technology di Australia, semangka mengandung banyak antioksidan lycopene yang dapat melindungi pria terhadap kanker prostat.
Kanker prostat merupakan kanker kedua yang paling mematikan. Selain itu, pria yang menderita kanker prostat bisa mengalami penurunan fungsi seksual dan kesuburan karena teknik pengobatan radiasi.

2. Mengobati diabetes tipe 2
Kandungan arginin yang tinggi pada semangka dapat membantu mengobati diabetes tipe 2 (karena gaya hidup). Penelitian menemukan arginin dapat meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitifitas insulin, keduanya membantu menurunkan kadar glukosa yang tinggi dan berhubungan dengan diabetes.
Pria yang mengalami diabetes dikaitkan dengan kehilangan kemampuan seksual karena mengalami disfungsi ereksi.

3. Meningkatkan fungsi pembuluh darah
Menurut penelitian dari Texas A&M University, citrulline yang ditemukan pada semangka dapat membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah. Peneliti menemukan bahwa citrulline dapat meningkatkan produksi oksida nitrat, yaitu molekul gas yang membantu memperluas dan melebarkan pembuluh darah. Oleh karena itu, semangka sering disebut memiliki efek Viagra karena dapat memperlancar aliran darah menuju penis.

4. Menurunkan tekanan darah
Semangka juga telah lama dikenal sebagai buah yang dapat menurunkan tekanan darah. Dengan tekanan darah yang normal, pria semakin dijauhkan dengan segala penyakit berbahaya seperti jantung dan stroke.

Kayu Manis Turunkan Gula Darah

Aroma wangi dari kulit kayu manis (Cassiavera) membuat tanaman rempah ini menjadi primadona sebagai penyedap kue dan minuman. Beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan berhasil mengungkap khasiat lain dari kayu manis, yakni menurunkan kadar gula darah.
Kayu manis atau cinnamon memiliki kandungan berbagai senyawa kimia, yaitu minyak atsiri eugenol, safrole, juga kandungan sinamaldehyde, tanin, kalsium oksalat, damar, dan penyamak.

Menurut Dr dr Amarullah Siregar, kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. “Kayu manis mengandung senyawa kimia yang disebut PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin,” ujarnya.

Selanjutnya insulin akan membuka pintu sel darah merah sehingga gula bisa masuk dan diubah menjadi energi. Penderita diabetes tipe sensitivitas tubuh terhadap insulin berkurang sehingga kadar gula darah tetap tinggi karena tidak bisa masuk ke dalam sel.
Senyawa PTP1B juga akan bekerja di sel alfa yang berfungsi membantu hati menghasilkan glikogen. “Sel ini mengubah gula menjadi glikogen atau cadangan energi,” kata Amarullah, pakar pengobatan naturopati.
Ia menambahkan, berbeda dengan obat-obat diabetes langsung menurunkan gula darah, obat herbal seperti kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. “Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya merupakan pankreas yang bermasalah. Karena itu, fungsi pankreas harus diperbaiki,” katanya.

Bawang Bombai Cegah Diabetes

Bawang bombai (Allium cepa L) memiliki kandungan kromium yang baik. Kromium berperan mencegah diabetes melitus. Seperti bawang putih, bawang bombai juga berperan penting bagi kesehatan.
Namun, berbeda dengan bawang putih, komponen sulfur pada bawang bombai terdapat dalam bentuk allyl propyl disulphide. Komponen ini berperan penting dalam menurunkan glukosa darah sehingga baik bagi penderita diabetes.

Bawang bombai juga baik untuk mencegah serangan jantung dan stroke. Komponen sulfur dalam bawang bombai akan bersinergi dengan kromium dan vitamin B6 untuk menurunkan kadar homosistein dalam darah. Bawang bombai juga memiliki sifat antiperadangan.

Komponen isothiocyanates (juga terdapat pada brokoli) dilaporkan dapat menghambat sel kanker. Komponen tersebut berasal dari senyawa glukosinolates yang mengalami perubahan setelah bawang bombai digigit, dikunyah, dan dicerna. Bawang bombai juga mengandung komponen flavonoid yang sangat baik untuk mencegah kanker usus.
Para ahli di University of Bendi Swiss pernah meneliti manfaat bawang bombai terhadap tulang. Terbukti konsumsi bawang bombai setiap hari selama 4 minggu mampu meningkatkan konsentrasi kalsium penguat tulang hingga 17 persen.

Kromium Cegah Diabetes

Mungkin Anda sudah pernah mendengar kalau pil kromium berfungsi untuk menurunkan berat badan, mengatasi diabetes, serta kolesterol tinggi. Apa kromium sebenarnya? Kromium merupakan mineral yang bisa ditemukan pada banyak makanan termasuk brokoli, whole grain, jus anggur, bir, kacang-kacangan, serta telur. Selain pada makanan, kromium juga tersedia dalam bentuk suplemen.
Apa manfaatnya bagi tubuh? Di dalam tubuh, kromium berfungsi membantu proses metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Para ilmuwan juga telah meneliti mengenai ide bahwa kromium dengan dosis yang lebih tinggi dibandingkan dengan dosis yang biasanya didapat dari makanan, bisa membantu meregulasi kadar gula darah pada pengidap diabetes dan mereka yang berisiko tinggi menderita diabetes. Selain itu, para ahli juga meyakini, kromium bisa menurunkan kolesterol, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, bahkan membantu menurunkan berat badan.

Fakta ilmiah. Beberapa studi menunjukkan bahwa suplemen kromium berfungsi mengontrol kadar gula darah pada pengidap diabetes serta mengatur kadar insulin pada penderita sindrom metabolik, gejala awal diabetes. Studi yang lebih kecil telah menemukan kalau mineral ini juga bisa menurunkan kadar kolesterol dan beberapa diantaranya juga menunjukkan kalau kromium bisa meningkatkan kadar kolesterol baik HDL.
Berapa banyak kromium yang kita perlukan? Menurut Richard Anderson, PhD, seornga peneliti kromium dari USDA’s Beltsville Human Nutrition Research Center, seperti yang dikutip situs oprah, penggunaan kromium hingga 600 microgram sehari masih aman. Tapi, tegas Anderson, cara terbaik adalah mengonsumsi diet yang kaya kromium dan menghindari makanan bergula. Cara ini, menurut dia, bisa menurunkan berat badan.

Madu Cegah Amputasi Pasien Diabetes

Mengoleskan madu pada bagian kaki yang luka, merupakan alternatif untuk menghindari terjadinya amputasi pada pasien diabetes. Hal tersebut dibuktikan oleh seorang dokter dari Universitas Wisconsin, AS, yang berhasil membantu pasien-pasiennya menghindari amputasi. Kini ia berencana menyebarkan terapi madu tersebut.
Menurut Profesor Jennifer Eddy dari University School of Medicine and Public Health, madu bisa membunuh bakteri karena sifat asamnya, selain itu madu juga efektif menghindari sifat kebal bakteri akibat penggunaan antibiotik. “Ini adalah hal yang penting dalam dunia kesehatan,” katanya. Dalam terapi madu ini, bagian yang luka baru bisa diolesi setelah kulit mati dibersihkan.

Pasien diabetes memang seharusnya sejak dini memerhatikan secara serius bagian kaki, terutama untuk mencegah terjadinya luka yang berlanjut dengan infeksi. Memberi perhatian serius pada kaki dengan melakukan kontrol yang baik terhadap penyakit diabetes yang diidap disebabkan timbulnya gangguan pada kaki penderita diabetes.
Gangguan itu berupa kerusakan pada saraf dan kerusakan pembuluh darah dan infeksi yang membuat penderita diabetes mengalami mati rasa (baal) pada kakinya. Karena itu, biasanya penderita diabetes tidak menyadari terjadinya luka pada kaki karena tak langsung tampak.
Terapi madu telah digunakan sebagai pengobatan alternatif di Eropa, bahkan di Selandia Baru terapi ini dipakai untuk mengobati sulit tidur. Profesor Eddy mulai tertarik untuk mencoba terapi madu setelah mengetahui tradisi penggunaan madu dalam dunia pengobatan masa lampau.
Ia mulai melakukan uji coba sejak enam tahun lalu. “Saya mulai mencoba terapi ini setelah segala pengobatan gagal. Sejak kami memakai madu, penggunaan semua jenis antibiotik kami hentikan dan berhasil,” katanya. Sampai saat ini penelitian tersebut masih berlanjut dan diharapkan selesai pada tahun 2008 atau 2009.

Kencing Unta Dapat Sembuhkan Hepatitis dan Diabetes

Sana`a – Dalam salah satu hadis sahih, Rasulullah bersabda dan mengingatkan para sahabat bahwa air seni dan susu unta dapat menyembuhkan banyak penyakit di dalam perut.

Sejak beberapa tahun belakangan ini, sejumlah peneliti di Arab telah membuktikan bahwa kandungan zat dalam air seni dan susu unta dapat menyembuhkan sejumlah penyakit.

Dr. Abdulrahman Al-Qassas, seorang peneliti di Universitas Ummul Qura, Makkah, menegaskan lagi bahwa kencing dan susu onta dapat menyembuhkan beberapa penyakit, di antaranya hepatitis, penyakit gula (diabetes) dan penyakit kulit.
“Hasil penelitian mutakhir telah membuktikan bahwa air seni dan susu onta dapat menyembuhkan sejumlah penyakit,” katanya di hadapan forum mahasiswa tingkat empat, seperti dikutip media setempat Jumat (6/7).
Menurut dia, pengobatan tergantung dari kondisi pasien. “Ada yang hanya memerlukan air seni, dan ada pasien yang cukup dengan susu onta saja. Sebagian pasien perlu mendapat pengobatan dengan mencampur susu dan air seni onta,” ujarnya.
Al-Qassas juga menyebutkan beberapa penyakit perut lainnya yang dapat disembuhkan dengan air kencing binatang yang sering juga disebut “safinah al-sahra” (kapal padang pasir) itu.
Dalam kesempatan itu, Al-Qasas menjelaskan secara rinci hadis-hadis Rasulullah SAW tentang khasiat air seni dan susu onta tersebut yang diperkuat dengan berbagai penelitian yang dilakukan para ahli belum lama ini.
Kalangan ulama Islam sejak lama telah mengumpulkan hadis-hadis yang berkaitan dengan tib (medis) dan memasukkan dalam katagori hadis-hadis mukjizat ilmiah yang dapat dibuktikan kebenarannya lewat penelitian ilmiah mutakhir.

ASI Mencegah Diabetes

Diabetes mellitus juga bisa timbul karena autoimun di mana tubuh sendiri membentuk autoantibodi melawan autoantigen (self- antigen). Dalam keadaan normal seharusnya tubuh tidak memproduksi antibodi anti terhadap antigen jaringan tubuh sendiri. Namun dalam keadaan tertentu bisa terjadi penyimpangan tersebut. Menurut sebuah penelitian, ini bisa terjadi pada bayi yang sejak dini diberi susu formula (berasal dari susu sapi). Mereka akan lebih mudah menderita DM daripada bayi yang mendapat ASI.

ASI sebagai makanan cair bayi yang baru lahir memang lebih sesuai dibandingkan susu sapi. Masalahnya, dalam susu sapi terdapat paling sedikit 20 macam protein asing. Lima protein di antaranya bersifat alergenik (dapat menimbulkan reaksi alergi). Namun belum jelas antigen protein mana pada susu sapi yang sangat mirip dengan antigen protein sel Langerhans pada pankreas manusia.
Yang jelas dengan pemberian susu formula yang mengandung antigen susu sapi, tubuh bayi berespons menghasilkan antibodi susu sapi. Karena antigen tersebut sangat mirip dengan antigen protein sel Langerhans, antibodi anti-antigen susu sapi ini juga akan menyerang antigen protein sel Langerhans. Maka dikhawatirkan bisa timbul kerusakan pada sel Langerhans karena penyakit autoimun ini.

Sedangkan kerusakan sel Langerhans pada usia lanjut karena faktor degeneratif sering dihubungkan dengan terbentuknya radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil yang telah kehilangan pasangan elektronnya dan sangat reaktif serta terkenal sebagai penyebab utama mutasi genetik melalui mekanisme yang diinduksi oleh perubahan lingkungan hidup. Molekul radikal bebas ini bagaikan ikan hiu yang kelaparan dan baru stabil bila memangsa sel-sel di sekitarnya. Radikal bebas bukan makhluk hidup seperti virus atau bakteri yang terdiri dari sejumlah molekul tetapi radikal bebas merupakan satu molekul yang besarnya jauh lebih kecil dari virus atau bakteri.
Molekul radikal bebas yang menempel pada membran sel menyebabkan membran sel menjadi kaku sehingga fungsinya sebagai filter yang menyeleksi bahan-bahan yang masuk ke dalam sel atau yang dikeluarkan dari dalam sel menjadi terganggu. Akibatnya, sel mudah mati karena hasil metabolisme terus tertimbun dalam sel (sulit dikeluarkan) dan bahan yang dibutuhkan sel sulit masuk ke dalam sel.
Penyebab terbentuknya radikal bebas bisa karena stres, radiasi, merokok atau menghirup asam rokok, udara berpolusi serta makanan berlemak yang digoreng atau dipanggang dan minuman yang terkontaminasi pestisida atau klor.
Faktor stres bisa menyebabkan kadar gula darah tiba-tiba meningkat, karena bisa terbentuk radikal bebas yang merusak sel Langerhans atau karena stres memacu pengeluaran hormon adrenalin. Hormon adrenalin ini mengubah cadangan glikogen dalam hati menjadi glukosa sehingga kadar gula segera meningkat.
Namun berdasarkan hasil pemeriksaan darah saja sebetulnya belum dapat disimpulkan seseorang menderita DM, karena masih ada lagi gejala “4 banyak” yang menyertainya, yakni banyak minum, banyak makan, banyak kencing, dan banyak keringat. (Paul Zakaria daGomez, dokter imunologi RSAB Harapan Kita, Jakarta)